Senin, 21 Desember 2020

Cerbung : Gadis Kecil yang Sedang Belajar Jatuh Cinta (Part 4)





Oleh : Gustyanita Pratiwi

Sifat : Hanya fiktif belaka dan untuk latihan menulis plus hiburan

Genre : Romansa



"Creeeeeshhhh...Cresssshh cesss cess!!! Nguuuung!!" 

Tiba-tiba terdengar bunyi berisik dari arah dapur. Celaka dua belas!!!! Air rebusan mienya!!!! Rembulan pun berlari ke arah pantry dan keadaan sudah tampak amburadul. Panci mahal itu gosong dengan air yang telah surut pada bagian dasarnya. Asap mengebul menghalangi sebagian pandangan. Kompornya pun bunyi kenceng betul...


Baca juga :





Kamis, 10 Desember 2020

Cerbung : Gadis Kecil yang Sedang Belajar Jatuh Cinta (Part 3)




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Note : Fiktif belaka untuk latihan menulis dan hiburan

Genre : Romance



"Syut!!! Syuttt!! Syuuut!!!"

Diantara tronton bermuatan besar yang bergerak sepagian menuju kawasan Cikampek dalam rentang kilometer 19 jalan Raya Bogor, Khanif dan Rembulan yang sedang diboncengnya laksana Dom dan Letti dalam sekuel Fast n Furious (tapi kali ini dengan versi lain, versi motor bebek). Keduanya melesat zig-zag menembus pendar lampu kekuningan yang menyorot pada moncong-moncong raksasa kendaraan beroda ganda itu sembari memicingkan mata menahan silau. Memang agak sial sebenarnya. Sebab jalanan yang mereka lalui sangatlah rapat. Rapat dengan kendaraaan besar tentu saja. Jadi harus jeli mencari celah supaya bisa stay on the right track. Sebab moda transportasi yang mereka tunggangi jauh lebih kecil ketimbang kawannya yang lain yang tersebar di seluruh penjuru jalan raya ini. Ibaratnya jika disejajarkan dengan tronton ya raksasa vs kurcaci. Tapi memang sudah lumrahnya kendaraan-kendaraan besar macam begini beraktivitas di jam-jam segini. Jam-jam malam menuju subuh sampai akhirnya matahari bergerak dari peraduan, menerbitkan semburatnya yang berwarna keoranye-oranyean laksana buah jeruk. 

Kamis, 03 Desember 2020

Mie Nyemek ala Si Mbul Nita





Oleh : Gustyanita Pratiwi

Bismilahirohmanirohim

Assalamualaikum semua....

#dijawab dong salamnya.....hehehe

Kali ini aku mau cerita apa ya?

Kadang tuh ya saking kepala banyak banget uneg-uneg rasanya sampek bingung mana yang mau didrop duluan di blog. Kalau didrop semua kan ga okey ya....soalnya kadang ya berasa sampah aja masa didrop semua di blog, ntar dikepoin orang lagi hohoho #eh siapa juga yang mau ngepoin gw ya Coeg, ge er banget deh gw #sayang juga niiih kalau ge er #sayangin diri sendiri maksudku wkwkwk. Muaaach... (muaaaachnya ke diri sendiri, hahahha...su tu the we...suweeeeee)

Rabu, 02 Desember 2020

Cerbung : Gadis Kecil yang Sedang Belajar Jatuh Cinta (Part 2)



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Genre : Romantis

Note : hanya bersifat fiktif belaka sembari untuk latihan menulis dan hiburan

"Rembulan! Jangan melamun aja! Lekas bantuin Khanif nyortir kubisnya sana! Nanti gue yang nangangin barang yang baru dateng!" Abangnya Satria yang memang awak dari los sayur-mayur di blok D itu tiba-tiba membuyarkan lamunannya yang sedari tadi bengong seperti sapi ompong. Ia pun terlonjak. Tapi buru-buru dikerjakannya perintah Abangnya itu walaupun dalam hati agak mengomel sedikit. Ah, sial betul. Padahal sedang asyik menikmati pemandangan indah. Kok diganggu saja. Tapi apa boleh buat. Ia manut. Tidak pernah  sedikitpun terlintas dalam pikirannya untuk membantah perintah Abangnya karena begitu sayang dan hormatnya ia setelah dirawat dengan baik sepeninggal kedua orang tua mereka walaupun dijabanin harus banting tulang dalam usia muda, bahkan terpaksa harus putus sekolah. Ya, Rembulan sang adik lah yang memang harus putus sekolah sebab Satria sendiri kini usianya sudah cukup matang. Walaupun belum beristri, jadi tidak seperti adiknya yang harusnya masih SMA tapi terpaksa mandeg karena keterbatasan biaya dan memang si Rembulan sendiri yang memilih bantu-bantu Abangnya di pasar untuk menyambung hidup. 

"Owh...iya Bang. Aku ke tempat Mas Khanif deh sekarang." cewek kecil yang disapa Rembulab itupun segera berdiri dan menuju ke area belakang tempat beberapa pekerja yang ikut dengan Abangnya berada. Salah satu diantaranya bernama Khanif yang tengah menyortir sayuran yang bagus untuk dipisahkan dari yang cacat. Yang bagus ditata di atas meja los sayuran, yang jelek-jelek dipinggirkan. 

"Hoy ! Mas Kurus! Sendirian aja nih? Kutemanin mau ga?" Cowok muda yang umurnya tidak beda jauh dari Rembulan yang disapa Mas Kurus ini rupanya adalah sang empunya nama Khanif. Cakep. Walaupun cenderung cool macam perannya Vic Chow di F4-nya Meteor Garden. Atau kadang juga terkesan galak sedikit, tapi sebenarnya sweet. Rembulan memang hobi meledeknya dengan sebutan itu karena perawakannya yang kurus (tapi anehnya hal tersebut tetap tak menghilangkan ketampanannya).

"Sembarangan! Jangan manggil gw begitu dong Cempaka Rembulan."

"Bahhahahha...iya iya...jadi aku panggil apa nih enaknya."

"Ya tetep Mas Khanif lah..lebih enak kedengarannya. Walaupun umur gw lebih mudaan dikit dari Mbak Rembulan kan hehehe :D?"

"Aku kok ga dipanggil yang lebih enakan dikit Mas Khanif, misal  Cempaka? 

"Kan pipi kamu tembem. Jadi cocoknya dipanggil Rembulan."

"Hohoho...asem deh."

"Udah ah kerja yuk, ntar gw dimarahin Abangmu kalau kerjanya lelet."

"Ya udah deh iya Mas Khanif, sini deh kubantuin kasihan banget kerjaannya masih banyak. Aku disuruh Bang Satria nih bantuin Mas Khanif, biar cepetan ditaroh di depan yang bagus-bagusnya." 

Si pipi chubby, pemilik bola mata bulat hitam dengan rambut kuncir kuda yang bergoyang-goyang seirama dengan gerakan bahunya ini lalu duduk bersisihan dengan Khanif, menyortir puluhan kobis yang bagus dan yang tidak. Sesekali badannya menggeliat sedikit karena menemukan beberapa ulat sayur yang ngumpet dari balik helai-helai kubis yang bolong-bolong. Cukup menguras energi tapi lumayan jika dikerjakan berdua. Sampai akhirnya, Abangnya Satria melongokkan wajahnya karena ingin memberitahukan sesuatu.

"Rembulan? HP luh dibalikin sama orang nih."


Jumat, 27 November 2020

Iklan Jadoel yang Membuatku Berimajinasi Tinggi



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hellaaaaaaaaaaaaw semuanya...

Aku kembali. Soalnya abis nemu ide brilian nih. Jadi biar ga keburu nguap langsung aja lah kutulis di mari. Postingan pendek aja kok, jadi kalian ga usah khawatir bakal ngos-ngosan bacanya wahai kakak-kakakku semuanya baik yang tampan-tampan maupun yang cantik-cantik. Cogan-cogan di ujung sana juga boleh ikut....Yuk mari merapat...kita kupas tuntas segala macam iklan jadoel yang ada, sekalian bernostalgia #iki pembukaan macam opo siihh..huhu..

Bahasan kali ini terinspirasi dari postingan abang blogger kita yang paling tampan weleh-weleh kesayangannya Mbak Vina yaitu Udha Satria Mwb, utamanya tatkala Beliau mengulas soal iklan Jadoel

Nah...karena dulu pas komen di postingannya si Udha ini aku udah janji mo nulis tema serupa, jadi ya sekarang saatnya lah aku bakal tuliskan iklan jadoel versiku kek gimana. Iklan yang pada masa kanak-kanak dulu begitu membuatku berimajinasi tinggi (itu baru iklan yang di TVC ya), kalau yang liat di majalah jadoelnya juga lain lagi sih. Cuma nemunya emang dikit. Yang juadoelnya kebangetan juga ada, sebab biar kata aku besar di era 90 an dan 2000 an awal, tapi tetep aja koleksiku bisa dapet yang tahun-tahun jauh sebelom aku lahir muehehehhe...Soalnya aku emang kolektor majalah jadoel. Jadi tetep tau penampakan kejadoelannya kayak apa..

Okey, langsung saja ya, ini dia iklan-iklan jadoel yang paling membekas di hatiku :

1. Iklan Obat Batuk Rasa Apel Hijau (tapi lupa mereknya apa)

Pokoknya iklan obat batuknya itu ada adegan apel hijau yang lagi hanyut di aliran sungai. Perjalanan si apel ketika menyusuri sungainya itu panjaaaaang banget dan penuh aral rintang. Tapi akhirnya bisa bermuara di air yang bening, kalau ga salah deket air terjun. Aduh aku lupa-lupa ingat. Tapi kalau ga salah ya apelnya warna hijau gitu. Ntah ikadryl atau bukan sungguh aku lupa...soalnya yang kulihat di youtube beda konsep dengan yang kuceritakan ini Hiks...#monangis deh kalau lagi nginget-nginget sesuatu tapi blank atau cuma inget separuh-separuh :D.

Kamis, 26 November 2020

Akhir-Akhir ini....


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hoy...hollaaaa !!!

Apa kabarnya?

Semoga masih pada sehat-sehat aja ya...

Mana senyumnya.....????

Kali ini aku mau posting pendek aja. Postingan panjangnya disimpen dulu buat ntar bikin lanjutan cerbung. Soalnya aku mau ngepost random dengan kata 'akhir-akhir ini', bahasa Inggrise lately atau recently...

Oke langsung aja lah ya....

1. Akhir-akhir ini sering masak yang ala-ala resto seafood. Pas mampir ke Superindo, ndilalahnya kok ga nemu kerapu merah. Awalnya kan pengennya ngetim kerapu merah. Eh ga ada...yaweslah apa boleh buat, gurame pun jadi.

2 dari 1 menu sangat keasinan Cuy (masakankuw)

Selasa, 24 November 2020

Cerpen : Gadis Kecil yang Sedang Belajar Jatuh Cinta



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Kategori : Romance sifatnya hanya Fiktif belaka

S.A.T.U



Bermula dari Rabu kelabu itu. 

Hujan bertempias dari kolong langit yang menyebabkan 2 anak manusia harus terjebak dalam satu kotak kaca yang sama pada setiap sisinya----yang semula adalah halte tua namun sudah tidak difungsikan lagi bangunannya. Dan kini menjadi tempat paling nyaman untuk berteduh barang 1-2 jam saja karena hujannya lumayan awet. Membuat siang yang sebenarnya nyaris sore itu--mungkin sekitar pukul 14.37 WIB-- terasa bagai wajah yang bermuram durja. Apa boleh buat, mengingat keduanya tidak membawa mantol ataupun payung, jadi terpaksalah berteduh di sana. Sebab yang satunya datang dengan mengendarai motor (walaupun motornya harus dibiarkan basah dihajar hujan), sedangkan yang satunya lagi jalan kaki. Laki-laki dan perempuan. Datangnya dari arah berlawanan. Tapi kemudian terpaksa berteduh di tempat yang sama. 

Kamis, 19 November 2020

Resep Sambel Sereh ala Pak Wawan


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Di kantor si Mas ada karyawan yang bisa ngrangkap sebagai koki. Namanya adalah Pak Wawan. Usianya udah cukup sepuh, ya sepantaran ama bokap gw lah.. tapi beliau termasuk orang yang gigih dan ulet ngerjain segala sesuatunya. Jadi biarpun udah ubanan, tapi semangatnya tetap 45. Apalagi anak-anaknya juga banyak dan belum mentas semua. Kata Mas sih dulunya Beliau adalah pemain musik yang handal karena bisa memainkan gitar sekaligus organ tunggal...huehehe.. Namun setelah tercatat sebagai karyawan kantor ya ternyata Beliau piawai juga dalam hal memasak. Si Mas sering cerita kalau masakannya Pak Wawan enak-enak dan tak jarang jauh dari resep nerakanya Beby Mbul (((whoooooottt?))). Ya, kalau dirange dari 1-10, masakan Pak Wawan 9, sedangkan masakan Beby Mbul 2,5 #posisi bibir langsung 'nyun' menyerupai paruh platypus. Jadi ketimbang makan siang pada di luar, mending Pak Wawan aja yang suruh masakin. Kan sekaligus menghindari paparan lingkungan luar selama masa pandemi ini. Apalagi, masakannya Pak Wawan ini jauh lebih enak ketimbang Bibi Office Girl satunya. Lebih miroso. Jadi kalau soal bikin masakan, karyawan kantor sepakat pilih Pak Wawan yang ambil bagian. 

Tapi ya seperti biasa si Mas mah cuma pamer doang ke Beby Mbul kalau tiyep hari Pak Wawan masakinnya enak-enak, mulai dari sayur, lauk, sampai persambel-sambelan, sedangkan Beby Mbul cuma dibagi ceritanya duank hahhahahahasemb....

"La mbok aku dibontotin pake tupperware yo mas." 

Terus dijawab : "Tengsin...masa sebagai cowok aku harus nenteng-nenteng tupperware trus mbungkusin lauk atau sayur yang dimasak Pak Wawan buat Beby Mbul. Beby Mbul mah suruh masaaagh sendiri lah ya.

#kawoooos ora kawooos ora 
#hohoho (arti tawa penuh kekuciwan padahal ngarep).

Petenya uwuwuw sekali, mengintip manja pingin diceplus...nyummm!!

Rabu, 18 November 2020

"Pergi Memancing"


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Akan selalu menyenangkan ketika menceritakan tentang masa kecil. Lalu aku mengingat-ingat bahwa aku belum pernah bercerita tentang pergi memancing bersama bapak. 

Saat aku masih kelas 3 SD, sekolahku bubar sekitar jam 10 pagi. Atau lebih gasik (awal) dari itu jika ada pelajaran mencongak dimana Bapak Guru yang menjadi wali kelas kami akan memberikan pertanyaan kepada murid-muridnya dan bagi siapa saja yang bisa menjawab dengan cepat maka dia diperbolehkan pulang lebih dulu. Kebetulan aku as Beby Mbul yang kala itu lumayan hapal beberapa materi pelajaran bisa menjawab pertanyaan dengan cepat jadi ya aku diperbolehkan untuk go home lebih cepat. Asyik! Tapi aku ga mau mengatakan diri sendiri punya otak encer sih, atut jatohnya syumbuung.....melainkan memang aslinya ga terlalu pintar ning cuma rajin aja muahahhahahah....#podo ae ga sih #gibenk juga nih BebyMbul.


Senin, 16 November 2020

Sketsa Cogan


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Aku baru tahu istilah 'cogan' yang menurut kamus bahasa slang artinya cowok ganteng. Lagian aku ngerti ini justru dari Pak Su yang emang hobi baca anime sejak dulu, terlebih kalau udah menyangkut One Piece maka bisa dikatakan dia termasuk fans militan. 

Lalu apa hubungannya sama cogan? Ya kan di anime banyak cogannya Cuy! Cogan yang membuat lemah jantung, ati cenad cenud dan klepek-klepek #ebuced. Tapi ya jauh sebelum ketemu Pak Su aku uda doyan anime sih. Sedudul-dudulnya aku pas belom paham anime dan segala istilah-istilahnya macam otaku anime or manga, ya aku ga pernah absen nonton kartun jepang dan baca komik serial cantik. Cuma karena baru-baru ini akses ke aplikasi manga online semakin dipermudah, ya akhirnya aku jadi tau sedikit tentang perotakuan anime ini. Bahkan kadang menelusuri genre-genre tertentu yang bikin ku sampai ternganga-nganga...sebab imajinasinya memang sungguh warbiasa bwahahha...tapi ya ga deng biasa aja...kan aku kalau ama gambar begituan uda biasa juga huahhaha. Namanya juga hal-hal yang berhubungan dengan proses kreatif. Fiksi pun sama. Jadi ya aku ngarti lah it's just entertaint !! #sok nginggris jaksel deh gw.

Mungkin karena otak kananku lebih cepat konek ketimbang otak kiriku, jadi untuk setiap proses kreatif jenis apapun baik itu gambar maupun fiksi, ya pada akhirnya selalu bisa aku nikmati dari sisi keindahannya (walaupun tak jarang nemu juga yang rada nganuuu #uhumb....). Tapi sekali lagi aku hanya berperan sebagai penikmat karya yang mencoba menikmatinya dengan caraku sendiri. 

Jumat, 13 November 2020

Review Warung Pete, Gading Serpong, Tangerang


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Bismilahirohmanirohim...

Siapa diantara kalian yang suka makan pete ngac....ngacuuung? 

Kalau ya berarti kita sehati Qaqa...Karena selain jengkol, pete juga jadi salah satu mood booster aku dalam hal makan. Sebenernya yang ngajarin suka makan pete adalah si Mas. Soalnya terus terang tadinya aku gengsi. But setelah ngicipin untuk pertama kalinya...oke...aku bilang sih.... kok aneh ya. Apaan nih? Kok sepet...kok kebas di mulut? Kok begini...kok begitu? Tapi setelah yang kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam bahkan seterusnya...loh ?? Kok enak ya, kok ketagihan??? Iiiiiih kok gw sukaaaa..... gimana nih...gawat...gawat...aku jadi syukaaaaa. Dari benci berubah jadi suka lalu berubah lagi jadi cinta...#nah loh ketulah kan guaaa. Percis kayak judul FTV. Iyagasiiiiiii? Ya, walaupun sebagian orang membencinya karena baunya itu, tapi sekali lagi buatku ini makanan enak. Kletus-kletus kemlethuk gitu lah. Ga dimakan mentah, ga dibakar, ga digoreng, atau direbus rasanya tetep aja juwaraaak. Sebab di lidahku kan cuma ada 2 kata : enak dan enak banget ahahhahahah. Apalagi pete. Jadi sekali cinta ya tetep cinta. Kan.. katanya kalau cinta, ga pake karena. Jadi ya cinta aja gitu...#ehemmmb. Sebuah perasaan alamiah yang tumbuh begitu aja dari dalam hati. Ga ada alesan untuk menguraikannya karena I'm deeply in love with you petai....

wokeeey

skippp...

#obat mana obat??

Sabtu, 07 November 2020

"Kota-Kota Dimana Aku Tinggal Beserta Kenangannya"





Oleh : Gustyanita Pratiwi

Bismilahirohmanirohim ...

Mendung-mendung kelar ngegiling cucian, saatnya lanjut nulis tentang : "Kota-Kota yang Pernah Ditinggali" selama aku bernafas di muka bumi ini. Ada apakah gerangan? Ya pengen nostalgia aja... Sebab saat hujan tiba, rasanya kok pikiran selalu membawaku pada memori tentang salah satu kota yang pernah aku tinggali cukup lama. Kota itu adalah Bogor. Tapi itu ntar pas uda kuliahan. Karena kan sekarang aku mau ceritanya mulai dari masa kecil ya. Jadi terang saja ada beberapa kota yang mau aku ulas...eh ya ga semuanya berupa kota sih, wong kecilku uripe di kampung, hehehe...

Jumat, 06 November 2020

(Iseng) Nginterpretasiin Bahasa Text tanpa Emotikon



Oleh : si Mbul

Berhubung aku lagi ngedraf 2 tulisan kuliner yang lumayan panjang, maka sebagai serepnya aku mau posting tulisan pendek dulu. Yaitu tentang keisenganku menerjemahkan beberapa bahasa text dalam percakapan sebelum kenal fungsi emotikon smiley yang sering kupakai akhir-akhir ini. Ya sebenernya ini cuma iseng-iseng aja sih, tanpa suatu keilmuan tertentu ataupun keahlian bersertipikasi. Karena kan ku bukan ahli bahasa ataupun pakar psikologi. Jadi terjemahanku ini cuma pakai bahasa qolbu alias ilmu kira-kira aka feeling atau perasaan bhahahha..#apa jangan- jangan gw turunan anak indihom yash......#canda Zeyenk. Jadi ya mungkin beda terjemahan juga ama kamu, kamu, atau kamu sekalian saat menemukan suatu ungkapan bahasa text yang biasa dipakai dalam melengkapi kalimat percakapan sehari-hari. Ya buat seseruan aja...buat isi-isi postingan.


Rabu, 04 November 2020

Review Resto Jagarawa, Cipondoh, Tangerang




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Awal November disambut dengan cuaca Tangerang yang sedang cengeng-cengengnya. Terus kepikiran libur 3 hari sebelumnya di penghujung Oktober ngapain aja. Djancuk! Cuma tura-turu nirfaedah sayaaaaa! Terus 3 pasang mata mengintimidasi si Mbul bahwasannya ini semua gara-gara si Mbul yang seringnya bangun kesiangan. Ya gemana ga kesiangan....kan tiyep hari kitanya begadang ampe pagie wokwokwok...(hihihi). Jadi uda bisa dipastikan kalau bangunnya selalu kesiangan (karena abis subuh ya tidur lagi sebagai upaya untuk menjaga amunisi batere supaya tidak drop) dan tau-tau liburannya uda mau habis aja #rasanya monangis kayak ditinggal gebetan pas lagi sayang-sayangnya #eaaa #canda Sayang. Aturan si Mbul sebagai poros utama dalam rumtang bangunnya paling pagi lalu mengatur segala sesuatunya sehingga semua bisa berjalan sesuai rencana. Tapi apa mau dikata, kenyataannya ku cuma manusia biasa yang juga bisa tumbang karena kurang istirahat. Jadi ya aku ga bisa bangun cepat kalau sebelumnya cuma bobok 1-2 jam aja. 

Tapi, ga pa pa, masih ga gabut-gabut amat sih kemarenan ini karena 2 hari di awal libur emang lossss ga ngapa-ngapain. Soalnya ujan juja...dan bawaannya aku pengen mellow aja kalau ujan, sebabnya kumbahan belum pada garing, terus aku ga ada baju lagi hoho...masa kan aku harus...................................................................................asudahlah....Ya jalan satu-satunya cuma nunggu jemuran pada kering dulu, soalnya gunungan baju kotor selanjutnya udah mulai ngantri untuk digiling, Oh My...memang idup gw serasa tiyep hari dikelilingi oleh baju-baju kotor..bahhahaha...#tabahkan hatimu Mbul....makanya ketjup basah dulu dunk Tuyunk, biar Adek semangat bhahhahaha.


Minggu, 01 November 2020

Teh Manis



Oleh : si Mbul

"Whould you like to drink something?"

"Tea or coffee?"

Apa yang ingin kamu minum, teh atau kopi?

Jika aku ditawari 2 jenis minuman itu untuk kuteguk, tentu tanpa ragu aku akan memilih teh. Ya, dibandingkan dengan orang jaman sekarang yang terdeteksi sebagai coffee addict (padahal bisa jadi istilah ini uda lumrah sejak dulu cuma menterengnya baru sekarang), aku lebih suka teh. Soalnya teh ga se-'gawat' kopi ketika uda mendarat di lambungku. Ini maksudnya lambungku doang loh ya yang emang dari sononya udah ga bisa senyaman itu dengan kopi. Sedangkan kalau ama teh masih bisa santuy. Walaupun ujung-ujungnya jadi ga bisa bobok juga...hohoho. Tapi seenggaknya kalau num teh ga yang tetiba kayak mual-mual dan dada jantung langsung berdebar-debar kencang sehingga ketika mengunjungi sebuah konter beha tanpa disadari aku harus ganti ukuran cup wadidaw #mongopotoh Nduk Beby Mbul...#lupakan tidak keruan seperti ketika abis neguk kopi. Udahannya nih, kelar ngicip kopi --biar cuma seteguk dua teguk-- pasti ntarannya ada moment mules terus muntah-muntah hahhaha.. Ga bisa deh kayaknya aku minum kopi-kopian. Ya, biar kata kopi manis shacetan sih, kalau ga kopi bubuk kapal api gulanya ditaker sendiri...itu juga selalu memberikan efek yang sama. Selain bikin mata jadi betah melek 24 jem, ya seringnya asam lambung naik hahhahah... Jadi emang masih mending teh kemana-mana kalau aku mah. Kalau kalian aku ga tau...kan aku blom nanya?

Selasa, 27 Oktober 2020

"Kupu-Kupu yang Menabrakkan Sayapnya pada Dinding Jendela" (Final Chapter)


F.i.k.s.i
ENAM

Oleh : Gustyanita Pratiwi

Betapa nerakanya hidup dalam sebuah kurungan. Sudah sempit, tak ada teman, bahkan semuanya menganggapku 'sakit'. Makanya sekarang aku dipindahkan ke sini--tempat terkutuk ini--yang benar-benar tidak aku mengerti hanya karena satu hal--pertemuanku denganmu tempo hari yang tak kutahu apa maksudnya. Dan sekarang, inikah akhir dari petualanganku denganmu wahai Nona Aneh bermata zamrud, berambut harajuku? Ya, berakhir di sebuah kurungan. Kurungan pengab, untuk bernafaspun sulit apalagi untuk yang lain. 

Tiba-tiba saja aku merasa berada dalam keadaan yang sangat brengsek. Mau memaki tapi entahlah.. aku tidak mampu. Ya, semuanya karena kurungan sialan ini. Dimana aku ditempatkan di bangsal satu. Sebab kata dokter aku terkena gangguan saraf yang entah apa namanya aku tak tahu. Namanya sangat rumit untuk diucapkan. Jadi aku malas untuk tahu. Ya, semoga saja tidak sampai parah sehingga aku bisa keluar sesegera mungkin dari tempat terkutuk ini. Semoga. 

Oh...kepalaku sakit lagi sekarang !!

"Dokter...dokter!!!" suster di sebelahku agak mengencangkan suaranya. Dia kerepotan mengontrol kelakuanku yang makin ekstrem ini-- memukul-mukulkan kepala ke satu sisi tembok hingga timbul memar-memar hitam. Demi Tuhan ini sakit sekali. Aku terus memukul-mukul kepalaku berulang kali.

Kamis, 22 Oktober 2020

Sinopsis Anacondas The Hunt for the Blood Orchid (2004)



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Dibuka dengan adegan seorang suku asli pedalaman hutan Kalimantan yang sedang mengendap-endap diantara rimbunnya pepohonan untuk memburu harimau incarannya. Namun tiba-tiba saja harimau tersebut melompat ke arahnya karena ternyata sedang dikejar sesuatu. Dikejar apakah itu? Ternyata seekor anaconda raksasa yang kemudian beralih memburu suku pedalaman tadi hingga jatuh terjerembab ke dasar sungai yang berarus deras dimana terdapat spesies anggrek darah di sisi air terjunnya. Orang tadi lantas gagal menyelamatkan diri dari lilitan sang ular sehingga akhirnya sungai berubah menjadi kubangan darah disertai dengan jatuhnya kelopak merah sang anggrek yang bergerak dengan adegan slow motion.

***

Senin, 19 Oktober 2020

Pengalaman Berkemah Kok Gini Amat ya?


oleh : Gustyanita Pratiwi

Hai ! Admin demplon Beby Mbul datang lagi..

Ga ngerti lagi deh kenapa tiap kali cerita tentang masa-masa sekolah rasanya ati nelangsa. Apa mungkin karena jomblo akut ya ada kewajiban ekstrakulikuler yang harus diikuti siswa kelas 1 unyuk-unyuk (baik pas aku SMP maupun SMA) ya? Bisa jadi ituw.



Jumat, 16 Oktober 2020

Review Yokohama Chinatown Fantasy



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Kali ini aku akan bercerita tentang salah satu komik kesukaanku yang berjudul Yokohama Chinatown Fantasy karya Yuji Nishi Sensei (story) dan Hikino Shinji (art) dari volume 1-19. Walaupun yang aku baca minus volume 1 dan pamungkasnya volume 19. Aku mandeg sampai 18 Cuy, soalnya sekarang susah beli komik satuan kalau yang modelnya gini (baca : seri). 

Baca juga : Review W Juliet 

Jumat, 09 Oktober 2020

Bukan Postingan Apa-Apa sih ini...



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Pernahkah kalian merasakan moment tidur ternikmat pada suatu waktu? Bukan...bukan karena waktu tidur ada yang menggerayangi sih oooopsss, tapi karena pas mata uda beraaaaaaaat banget pengen merem, eh ndilalahnya bisa disempil-sempilin tidur beneran di sela-sela waktu yang demikian padat, itu tuh bagiku adalah suatu kenikmatan tersendiri. Istilah kata tidur kok rasanya berkualitas bener. Meskipun akhir-akhir ini aku susah banget mendapatkannya (baca : kualitas tidur yang paripurna #edun bahasa gw paripurna). Tapi ya alhamdulilahnya 1-2 kali pernah lah ya ngalamin. 

Ya gimana di tengah kesibukanku yang ngalah-ngalahi CEO ini #Hellaaaw CEO dari mana sih Bull, pas dapat moment nguantuk banget dan pas saat itu juga kebetulan bisa 'mak ler' bentar kok rasanya puas banget. Ya walaupun biasanya aku ngalamin ini pas jem-jem sore sih. Meskipun cuma beberapa menit aja (entah 15 menit atau setengah jem) itu tuh rasanya udah bikin energi tercharge dengan baik. Serasa batereku uda kembali 70 persen lah ya hueheheh. Adek butuh dicaz Bang :D

Selasa, 06 Oktober 2020

Mengungkep Bebek Sendiri


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hari Minggu kemarin kami ada hajatan ngungkep bebek sendiri. Ga dalam rangka apa-apa sih. Cuma lagi pengen aja. Eh, tapi sebenernya ini atas ide brilian Pak Suami sih yang emang hobi ngolah hal-hal ekstrem yang dalam hal ini adalah makanan. Maksud aku ekstrem karena sezuzurnya kami belum pernah ngungkep bebek ataupun unggas lainnya karena biasanya tinggal bela-beli aja di tukang penyetan pinggir jalan. Kalau ga ya mbebek Slamet yang udah terkenal maknyusnya berkat adanya sambel korek. Itu loh sambel yang huh hah banget, pakenya rawit semua ada bawangnya pula dan diulegnya model kasar.

Senin, 05 Oktober 2020

Gunung Seberang Sekolah (Part 1)



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Bangun tidur suara udah menjelma bagaikan kodok. Mungkin karena kebanyakan minum es, jadinya serak-serak betjek basah deh. Haaaaa...okey, tapi badan juga udah menunjukkan sinyal-sinyal menuju meriyang saking lelahnya aku akhir-akhir ini hahaha...#andai waktu bisa dipause sebentar aja, ingin rasanya aku bobok dengan khidmatnya, wkwkwk...(tapi ga mungkin karena aku harus ada jeda buat bikin tutuw sebanyak 2 kali kelipatan di jam-jam tertentu, mengingat beiby uda ga ada yang nutuw lagi kecuali bayi besar 1 di pojokan sana, iya bayi besar itu kamu... iya kamuuuu #nah looo ha.... nglawak ala standup comedy aja Sayang, becandaaa wkwkkwk).

Okey, buat hiburan dikit aku mau posting yang ringan-ringan aja #sik sik sik.... bukannya isi postingan aku emang ringan semua ya. Iya sih, sebab kalau nulis berat, otak aku jadi sengkleh. Jadi ya udah lah ya kembali pada aktipitasku bersepak-sepik ria di dashboard blog nan geje badayyy ini (((kece badayyy kalik))).

Kamis, 01 Oktober 2020

Nasi Goreng Daun Mengkudu


Fried Rice with Mengkudu Leaf

Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hai..si demplon Beby Mbul balik lagi...

Kali ini aku akan ngomongin tentang nasgor. Nasi goreng aka bahasa londonya fried rice. Eh itu mah bahasa Inggris kalik. Kalau bahasa londonya aku tak tau huehhehe......

Jadi ceritanya, berkat komentar Mas Kal El di postinganku yang ini, aku jadi tau kalau model nasi goreng Betawi itu bisa dipakein daun mengkudu. Pas banget kan karena stok makanan juga lagi habis. Sebab aku belum sempet ke pasar lagi karena pasarnya jauh. Iya dianterin Pak Suami sih tiyep ke pasar, tapi tetep aja kan kudu meluangkan waktu minimal 1 hari khusus untuk belanja, paling biasanya weekend doang untuk belanja kebutuhan 1 minggu. Dengan catatan sedang ga males. 

Senin, 28 September 2020

Collab Apaan Nih?



Oleh : Gustyanita Pratiwi

"Eh kita collab yuk, buat naikin sabkreber...?" 
"Collab dong gais, buat nambahin fallawerrsss....Ntar kitah saling ngelink..."
"Collab yuks !! Biar kita bisa tumbuh bersama dalam satu ikatan cinta..." #eciyeeeee..
#uhuk-uhuk uhuk
#batuk deh gw
#batuk? Dikomik aje Gan! 
#Hayuk cuzz PT Bintang Toedjoe angkat gw jadi brand ambassnya...(becanda Sayang...)

Sering ga sih kalian denger istilah 'collab' di dunia para pegiat konten kreator entah itu blogger atau vlogger or youtuber. Pasti sering banget dong yes? Sampai apal di luar kepala malah. Misalnya kalau di yucub langsung garcep deh aku kalau udah ada updatean dari Kisah Tanah Jawa yang baru-baru ini juga banyak collab dengan channel lainnya. Kalau ga Kembara Sunyi dengan story tellingnya yang so bikin kek ikut terseret dalam nuansa horrornya. Seru sih...seru buat pecinta horror macam gw ehehee...

Jumat, 25 September 2020

Makan Bakso Pakai Nasi



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Pernahkan kalian mengalami masa-masa ketika makan bakso disandingkan dengan nasi? Kalau aku pernah. Jaman kecil dulu, jamannya masih susah. Belinya bakso tik tok tik tok yang didorong keliling kampung ama abang-abangnya, semangkuk masih kena Rp 500 perak. Jaman orde baru sih, jaman uang Rp 500-an masih gambar orangutan. Nah itu termasuknya bagi aku uda gede banget nilainya. Orang uang sakuku aja cuma Rp 100 perak. Duitnya kalau ga bentuk logam ya kertas warna merah yang ada gambar kapal layarnya, hihi. Lumayan buat beli jajan jadul Rp 50-an dapat 2 biji, kalau ga Rp 25 dapat 4. Itu aku masa-masa SD kelas 1,2,3,4. 

Minggu, 20 September 2020

"Sahabat Babi Oink-Oink"



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hai perkenalkan, ini Sahabat Babi Oink-Oink fotomodel yang selama ini menemani Mbul sebagai bahan ilustrasi di hampir setiap postingannya. Oink-Oink udah mulai dikenal temen-temen dalam beberapa bulan terakhir ya kan, tapi belum ada pembahasan lebih lanjut tentang dirinya. Si babik pink nan imoet hasil imajinasi dan oret-oretan driji telanjangnya si Mbul Gustyanita Pratiwi ini. Iya, soalnya aku nggambar dia tanpa pen stylus karena ternyata lebih cepetan pake jari dong, meski jariku ujungnya bentek-bentek ga kayak ujung pulpen atau jari yang istilah jawanya mucuk eri hahaha... tapi alhamdulilah gampang begini. Dulu beli stylusnya anu yang harga murah sih jadi ujungnya ada bunder-bundernya dan kalau disentuhkan ke layar touchscreen kurang nyaman. Jadi aku ngerasa lebih enakan nunyuk-nunyuk langsung pake jari ke autodesk sketchbook pada layar tabku.

Kamis, 17 September 2020

Pengalaman Listrik Sering Jeglek dan Cara Mengatasinya


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Sehari setelah acara membuat bacem telur puyuh, rumah malah kena apes. Ga ada angin ga ada ujan tiba-tiba listrik mati. Mana pas banget ama malam minggu pula. Jadi yang peteng cuma rumahku doang. Samping-samping pada nyala semua. Padahal bayar listrik selalu tepat waktu loh sayah haha. Jadi pasti ini ada 'something wrong'.

Tanda awalnya adalah kedengeran bunyi 'jepret' kenceng banget kayak ledakan. Waduh!!! Lha apa yang meledak ya. Bukan gas elpiji soalnya. Kupikir apa bohlam kamar mandi yang eternitnya rembes jadi airnya pada masuk ke situ dan bikin pecah. Tapi pas kucek bohlamnya ga kenapa-napa tuh (walaupun dalemnya emang penuh air). Terus Pak Suami coba cabut bohlamnya dan matiin semua saluran. Abis itu dia juga nyalain MCB-nya lagi (Miniature Circuit Breaker) dan aku disuruh ngetes nyala pa ga. Pas udah di-on-kan MCB-nya,  nyala sih, tapi beberapa detik kemudian jepret lagi. Hal ini terjadi berulang kali padahal satu persatu barang elektronik yang dayanya gede uda kami cabut kabelnya dari stop kontak. Baik kulkas belakang, kulkas showcase, AC, dan TV. Paling lampu aja yang nyala. Itupun 1 ruangan. Tapi ternyata tetep sama. Jeglek-jeglek mulu. Kejadian ini baru pertama kalinya kami alami. Sebelum-sebelumnya ga pernah tuh.

Rabu, 16 September 2020

Cerita Apalah-Apalah


Oleh : Gustyanita Pratiwi 

Hal yang pertama kali kucari setelah bangun tidur sebenernya bukanlah HP, walaupun kadang penasaran juga sih mau ngecheck dashboard blog apakah ada komen masuk atau ga, hihi. Tapi itu nomor dua lah ya, sebelum benda ini nih yang kalau nyelip atau ketriwal rasanya bikin ku nyap-nyap. Apalagi kalau bukan iket rambut. Sebab semenjak pandemi ini udah terhitung berapa bulan aku ga ke salon buat cukur rambut jadilah rambut uda macam brekele saja, eeeh maksudku makin tebel aja (tebel, lurus, dan item ngikut gen orang tua alias dari sononya). Jadi kalau kagak diiket bikin kepalaku terasa berad seperti beradnya melihat tagihan listrik akhir bulan. 

Pernah sih kapan hari minta tulung Pak Su buat motongin rambutku dalam sekali seumur hidup tapi hasil potongannya aku nda berani minta yang rumit-rumit (takut jadinya poak hahahhahah...). Jadilah sebahu saja en then sekarang udah tambah panjang lagi. Nah, inilah yang salah satunya bikin aku kegerahan mulu. 

Selasa, 15 September 2020

Review RM Ayam Kampung Pinang, Tangerang



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hay Gengs, Mbul mau posting ayam lagi nih.... Maybe ini semua berkat bodyku yang udah mirip babon lehor, jadi dari kemaren postingannya tentang ayaaaaaaaam melulu. Belum pada bosen kan ya kalau aku posting tentang ayam kuliner? Atau kalian pengennya aku posting apa wes, kasih tau di kolom komentar yak...

#Plaaakkk!!
#Sokseleb luh Mbul :D.

Maap maap, tapi kali ini ayamnya beneran ayam yang wuinuk banget loh pemirsa untuk kategori kuliner ayam kampung di daerah Tangerang. Aku dapat rekomendasi ini dari Pak Suami sih yang uda sering makan di sana bareng Pak Boss. Jadi kumerasa belum afdol jikalau belum merekomendasikan kelejatan ayam ini pada kalian. Ayamnya pake ayam kampung punya ya, jadi udah kelihatan premiumnya.

Adalah, langganan kami sejak lama sebelum ada beiby yaitu RM Ayam Kampung Pinang yang berlokasi di daerah Cileduk sana. Lebih tepatnya di Jl. KH. Hasyim Ashari No. 16, Pinang, Kota Tangerang. Ancer-ancernya itu di depan RSU Mulya dan SMK Farmasi Tangerang. Dia deket jalan raya sih, tapi parkirannya agak masuk ke gang gitu. Depannya lapangan basket punya SMK Farmasi, sampingnya Mushola Al Irsyadiah. Rumah yang punya RM juga kelihatan sih (yaitu di belakangnya dapur RM-nya pas. Sementara area makannya itu yang warna oranye gonjreng gitu temboknya.


Sabtu, 12 September 2020

Kenangan Ayam Fried Chicken Depan Rita Pasaraya Kebumen




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Tuh judul kok ga efektif babar blas ya? Uda ada ayam, masih pake fried chicken pula? Hahaha #abaikan...

Baiiiig...gw kembali lagi nih pemirsa, 

Masih pada bergairah kan ngebluknya eeeeh ngeblognya ?
Alhamdulilah...kalau iya.

Aku ndiri abis nguntal panadol nih gegara pala cenad-cenud kek lagunya Smash (kemungkinan besar karena takit gigi, hohoho).

Tapiiiiiiih juga lagi ngidam cilok pake banget walaupun ga lagi hamidun sih cz baru aja maren selese haid hahahha. Ya gegaranya iseng ama pak suami nonton ftv yang nyeritain tentang cewek cantik yang naksir mas-mas tukang cilok yang wajahnya cakep produksi MD Entertainment dan ujung-ujungnya aku jadi kepengen cilok, hmmmmmmmbbb. Tapi ga nemu, wong udah malem. Jadi, kali ini aku mau update satu postingan lagi aja, buat taktinggal sampai Senin kalau ga Selasa.

Updatean singkat, padat, dan maybe gajelas hahaha...(bodo amat :D).

Kamis, 10 September 2020

Sinopsis Malam Satu Suro (1988)



Oleh :  Gustyanita Pratiwi

Di bawah sinar rembulan dan background suara burung hantu diantara pucuk-pucuk dahan di kawasan kuburan kampung, seorang tua berilmu kejawen tinggi bernama Ki Rengga tengah melakukan serangkaian ritual untuk membangkitkan orang mati yang telah menjelma menjadi sundel bolong. Dengan merapal beragam mantra, ia berhasil memanggil Suketi dari kuburnya dan bermaksud untuk mengangkatnya sebagai anak. Keduanya sempat terlibat duel sengit namun akhirnya Suketi bisa ditaklukkan setelah kepalanya ditancapkan sebuah paku besar. Suketipun berubah menjadi gadis yang cantik jelita dan kini hidup bersama Ki Rengga dan istrinya yang semula memang tidak dikaruniai seorang anak.

Judul : Malam Satu Suro
Tahun rilis : 1988
Sutradara : Sisworo Gautama Putra
Produser : Ram Soraya
Penulis : Naryono
Pemeran : Suzanna, Fendy Pradhana, Johny Matakena, Soendjoto Adibroto, Nurnaningsih, Belkiez Rachman, Karsiman Gada, Eddy Gunawan, Bokir, Dorman Borisman, Rengga Takengon, Rachelle, Ratih Moortri, Diana Suarkom, Henky Nero
Sinematografi : Subakti IS
Penyunting : Muryadi
Distributor : Soraya Intercine Films
Durasi : 84 menit
Negara : Indonesia

Senin, 07 September 2020

Playlist Lagu Tahun 2000-an yang Romantis dan Mellow



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Berhubung hari ini ga ada agenda nulis berat, jadi aku mau iseng nge-list judul lagu era 2000-an (sebagian juga ada yang tahun 90-an) waktu masih jaya-jayanya band Tanah Air dan boyband luar negeri dengan lagu-lagunya yang everlasting dan ketika kudengarkan kembali, eh lha kok liriknya terasa 'deep' sekali. Ada yang romantis, ada yang melow, ada yang sedih, ada juga yang kasmaran, banyak sih. Tema klasik masalah percintaan dan yang pasti easy listening semua. Nah, apa aja daftarnya, langsung aja cabcus ke channel youtubenya masing-masing kalau ada yang mau dengerin. Tapi kali ini mau aku bagi jadi 2 kategori, yaitu lagu Indonesia dan lagu baratnya. Maybe cocok nih buat kuping kalian :) Yuk nostalgia sambil karaokean :D.

Minggu, 06 September 2020

Review Bakpia Kukus Tugu Jogja



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Di suatu pagi yang cerah, setelah Pak Suami berangkat ke kantor, tiba-tiba aku dapat telpon dari doi yang ngabarin bahwa sepertinya aku dapat paket. Tapi waktu itu aku ga ngeh lantaran hp kusilent, dan baru kubuka setelah beres mandiin bocah. Abis itu aku telpon balik, dan aku tanya mang paket dari siapa? Katanya ya auuuuuk, kan siro sing belanja online aneng Mbul? Coba diinget-inget lagi, kemaren pernah masukin keranjang ke marketplace yang mana? Kubilang sih kagak. Suwer tekewer-kewer deh. Ogut tidac belanja onlain. Apalagi di bulan-bulan begini kan emang terbilangnya lagi pengiritan ya karena uda masuk tanggal-tanggal tua. Di samping itu, masa-masa begini juga sedang baru-barunya diberlakukan perpanjangan PSBB. Jadi kami belum banyak beraktivitas layaknya era new normal ini. Sehingga bisa dipastikan kalau aku ga ada belanja online sekalipun.

Tapi pas dicek lagi, lho ternyata emang bener kok atas nama belanjaan Mbak Nita dengan alamat rumah yang sama yaitu alamat rumahku. Bapak kurirnya aja udah deket banget ama gerbang komplek dan karena sebelumnya belum pernah ke tempatku jadinya ya Beliau minta disharelockan alamat lengkapnya. Soalnya emang di masa pandemi begini, setiap paket yang datang harus didrop dulu ke pos security. Biar bapak-bapak satpamnya aja yang ngantar ke rumah-rumah warga untuk meminimalisir orang luar keluar masuk.

Rabu, 02 September 2020

Tumis Daun Mengkudu



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Whoooootttt?

Tumis daun mengkudu?

Mengkudu itu bukannya pace ya? Itu loh yang biasa buat ngobatin darah tinggi. Kalau yang dalam bentuk kaplet pasti pada tahu ama yang namanya pacekap :D. Soalnya dulu Mamine ada darah tinggi. Jadi setiap hari Beliau ada agenda ngejus buah mengkudu yang paitnya minta ampun dan baunya agak 'breng-brengan' bikin pengen huek-huek, hohoho.

monmaap, timunnya sakglundungan, belum sempet gw iris, tapi ntar diiris kok, ini uda keburu takjepret aja sebelum masuk ke dalam perut hahaha... 

Sabtu, 29 Agustus 2020

Review Telaga Sindur



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Pernah di suatu Minggu, aku dan Tamas udah ngerasa judeg banget ama rumah. Ya, hari-hari kan udah glandang-glundung terus kayak tatung nangka. Ugat-uget melakukan hal yang sama. Upleeeeek terus antara berkegiatan di ruang tamu, kamar mandi, dapur, kamar tidur, halaman (buat njemur baju kalau ga nyopa-nyapu di sekitar rumah uwe yang minimalis bin sempit itu tapi teteup dong penuh cinta dan tatih tayang #uhuk.

Jadi di suatu Minggu yang cerah itu, sekali-kali kami ingin yang namanya menghirup udara segar setelah 6 bulan lamanya terkurung dalam sangkar emas eh maksud ku melakukan kegiatan yang template aja. Kalau Pak Suami sih tetap kerja seperti biasa pas weekday--nya. Lah aku sama cindil-cindilku kan juga sesekali pingin menghirup udara seger di alam terbuka. SESEKALI loh ya....ntar dikira tiap minggu lagi eke minta jalan-jalan....ya tidak lah, Fernando Jose Altamirano. Aku mah keluarnya cuma sekali-dua kali doang. Itupun cari tempat yang suepiiiiiiiiii bener biar bisa mojok dan patuh ama protokol kesehatan. Dan lagi keluarnya juga pas kebetulan ada jadwal belanja bulanan yang mana ketika masuk ke supermarket juga aku melenggang kangkung sendirian..... sementara yang lain pada tunggu di mobil (karena biasanya kalau di carseat anak-anak udah pada bubuk sendiri-sendiri--mungkin karena kayak diayun-ayun kali ya jadi keenakan langsung groooook, bubuk). Nah, bapaknya tinggal nemenin deh tuh 2 cindilku sambil baca-baca komik online, siapa tahu ada updatean Martial Peak,  Aphoteosis, atau One Piece terbaru. Nah, belanjanya itu juga bat-bet-bat-bet. Yang dah ada aja di catatan yang jadi pedomanku, khilap-khilap dikit paling angkut-angkutin beberapa bungkus jajanan untuk siap dibayarkan ke kasir. Abis itu barulah pulangnya cari hiburan dengan mampir ke restoran karena kalau weekend aku seringnya libur masak #halesyan ajah kamu Mbul, padune memang males masak : D. 

Jumat, 28 Agustus 2020

Jajanan yang Suka Aku Beli di Indomaret




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Laaah...laaaah...judulnya kok sebut merek. Kagak judulnya aja keleus. Isi postnya juga. Ya gitu lah gw memang suka berbaik hati mempromosikan sesuatu meskipun gw tidak dibayar, hahahahaiii... #oh takkirain ente brand ambassadornya Indomaret Mbul. Bukan lah. 

Eh sebenernya ga Indomaret aja deng, tapi semua minimarket juga suka aku sambangin. Termasuk Alfamart dan Alfamidi #ketahuan banget kan gw anaknya suka belanja. Ya, karena Indomaret itu mitaim akuuuuh....#Kalau begitu edit dunk tu judul. Masa indomaret duang yang disebut. Ga ah males, maunya langsung  nulis aja :D. Soalnya yang paling sering kudatengin emang indomaret...walaupun 2 yang lainnya juga sami mawon ding #timpukin Mbulllll >________<"

Lalu selain kebutuhan sehari-hari yang termasuk kategori berat, aku juga suka sesekali main khilap masuk-masukin draft jajanan aka snack-snack ringan ke dalam keranjang yang kemudian selalu berujung penyesalan ketika udah sampai di meja kasir. Loh kok bisa??? Yongkraiii...maksudnya kenapa kok aku bisa belanja sebanyak iniiiih? Jajanan apa sajakah itu? 

Ini dia daftarnya #E bentar, ini bikin daftar kayak ginian ada udang di balik bakwan apa? Ga kok iseng aja, hahahhaha.... biar bisa taksambi ngetik draft cerbung yang kata tetangga sebelah udah ngalah-ngalahin episodenya kang ojek pengkolan :D.

Kamis, 27 Agustus 2020

Resep Bacem Telur Puyuh ala si Mbul


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Belom lama ini Tamas mengumumkan bahwa ada penjual telur puyuh yang mangkal di depan kantornya dengan menggunakan mubil pick up. Penunggunya adalah seorang om-om berjenggot keriting yang menyediakan berbagai macam sembako mulai dari minyak goreng, gula pasir, telur ayam lehor aka broiler, sampai telur puyuh. Nah, kebetulan dia tertarik ama telur puyuhnya.

Rabu, 26 Agustus 2020

Selera Baju


A : Aku, B :  Mas

Suatu kali :

(Ditulis oleh Gustyanita Pratiwi pemilik Gembulnita)

A  : "Maaasss, pengen bikin brand baju sendiri? Itu loh yang kayak di onlen shop-onlen shop..."
B : "Boleh....tapi pasar yang mau nerima paling anak PAUD ke bawah. Seleranya dedek kan gitu."
A : "????"
B : "Kelas TK ke atas uda ga yang mau pasti, hahhahhahaaa !!!"
(gondok tingkat dewa :D)

Ngomong-ngomong soal passion, sebenernya aku lagi coba keker-keker posisi desainer. Kalo perlu yang tingkat jahitannya mayan tinggi, kayak kebaya pengantin atau gaun premium. Alasannya, orang nikah itu selalu ada. Dan bisnis persewaan gaun pengantin ga ada matinya...

Selasa, 25 Agustus 2020

Memorabilia Jakarta




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Abis resign dari tempat kerja tahun 2015 silam, praktis aku uda jarang ke Jakarta. 

Bentar...... 

2015 ke 2020 (ditambah ada covid), berarti udah hampir 5 tahunan lah ya aku ga sowan Jekardah. Ada sih 1-2 kali ke sana, tapi buat keperluan nyari buku doang di Blok M Square pas jamannya masih nggembol si kakak dan juga si adek dalam perut. Selebihnya bisa dikatakan amat sangat jarang aku ke sana, padahal jarak Tangerang Jakarta juga ga seberapa jauhnya, hemmmb...

Minggu, 23 Agustus 2020

Gulai Melung Bu Hadi, Purbalingga



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Heluw heluw heluuuuuw...

Masih edisi Purbalingga dimana Madam Beby Mbul akan menceritakan kembali perjalanan kuliner yang udah pernah aku tuliskan di tahun 2017 tapi masih satu rangkaian dengan banyak tempat. Jadi khusus untuk kali ini (dan kemaren), mau aku bikin satu tempat-satu tempat aja biar cepet keindeks ama Mbah Google....oooops... maksudku biar bisa puas ngejembrengin fotonya gitu. Karena tulisan yang dulu fotonya masih kubikin grid-grid jadi kurang kentara itu gambar piring isi kuah gulainya #bismilah semoga Ubungwatie masih bisa rewrite tanpa kehilangan gaya nulis Ubung yang dulu--yang masih anget momentnya, hahai.

***

Sabtu, 22 Agustus 2020

Sensasi Kuliner Malam Alun-Alun Purbalingga, Nyobain Bebek Kamijara !



Oleh : Gustyanita Pratiwi

#Kenang-kenangan cerita di tahun 2017-an awal

Berhubung setelah ada beby ditambah masa pandemi ini belum rampung-rampung juga, maka agenda haland-haland Madam Beby Mbul otomatis kena imbasnya. Hampir 5 bulan ini ga kemana-mana, angkrem aja dalam petarangan (((babon lehor kali ah angkrem dalam petarangan))) kecuali kalau buat beli popok, susu, beras, atau bahan sembako lainnya lah baru iya tancap gas ke indomaret atau alfamidi, walaupun akuh bukan brand ambassadornya :D. Kalau bapaknya anak-anak sih tetap kerja seperti biasa, cuma yang dulunya weekend sering jalan, sekarang kudu direm-rem angkrem dalem rumah sembari latihan ngirit #eh.





Jumat, 21 Agustus 2020

Resep Risol Mayo atau American Risoles




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Akhirnya yaaaah, pecah telor juga sodara-sodara postingan tentang risol mayoku. Setelah berulang kali mengalami kegagalan (kuhitung ada kali nyampe 3X, terutama pas bikin kulitnya yang emberan agak tricky---tapi ended up--kalau pake bahasanya mba eno--aku berani juga pajang risol ala-ala gue ini. Risolnya yang jenis mayo punya ya. Atawa kalau kata buibuk dari kalangan pegiat masak sering disebut sebagai american risol (amris). Disebut demikian sebenernya aku ga tau bagaimana sejarahnya, tapi mungkin karena isiannya cenderung ke type-type makanan orang barat kali ya, yaitu mayonaise, telur rebus dan smoked beef. Tapi ya aku ga tau juga deng benernya bagaimana. Cuma aku ngerasa seneng aja bikin risol mayo karena satu, ga perlu ribet lagi bebikinan isian rogut sayurnya. Dua, karena bikin kulitnya cukup menantang. Perlu sedikit skill agar menghasilkan kulit yang lentur dan ga gampang robek, makanya aku akalin pake campuran maizena sebanyak 2 sendok makan. Pake tapioka atau sagu juga bisa sih menurut literatur yang kudapat dari internet, cuma kali ini aku pakenya maizena sebagai pencampur terigunya. 

Adapun masalah rogut sayur, aku ga suka bikin risol jenis ini karena cepet basi ya, ga bisa disimpan terlalu lama. Nah, kalau risol mayo ga. Dia bisa dibekukan juga andai ga mau digoreng saat itu juga. Maksimal difreezernya ya kurang lebih 3 harian lah, jadi biar masih kerasa enaknya. Udah gitu isiannya juga gampang aja karena udah dalam bentuk jadi, yaitu telur rebus, sosis (kalau ada mah enakan daging asap), dan mayonaisnya itu sendiri. Kadang ada pula yang ditambahkan dengan potongan keju, tapi aku ga pake sih. Menurutku risol mayo yang ada potongan kejunya jadi menghilangkan rasa mayonya, hiks. Kejunya jadi lebih dominan soalnya. Jadi rasa mayonya yang meleleh bisa kalah. Tapi itu menurutku sih. Ga tau kalau yang lain. Pokoknya mah ini cuma masalah selera aja. Adapun sosis yang aku pakai juga yang ada di kulkas aja, yaitu sosis so nice, jadi tinggal potong-potong beres. Meskipun kalau pakai daging asap sebenernya lebih enak. Yah lebih kerasa dagingnya lah huehehhehe.. cuma aku belum sempet pigi-pigi lagi buat belanja bulanan. Jadi lah yang ada aja aku pake. Pernah baca saran dari Mbak Pipit yang pakenya isian kornet (itu loh daging cincang yang bentuknya kotakan dan biasa dijual di minimarket), dan itu kedengarannya enak, mana Mbak Pipit juga ndilalahe ndadak beli wajan kewalik segala lagi buat bikin kulitnya, kan aku mupeng, hua ahahha.

Kamis, 20 Agustus 2020

Kupu-Kupu yang Menabrakkan Sayapnya pada Dinding Jendela (Part 5)


Fiksi

L.I.M.A

Oleh : Gustyanita Pratiwi

Kucuran air cucian pada sink masih menyala. Tak seorang pun berada di dapur. Segalanya nampak begitu berantakan. Seperti sebuah tempat di mana kecoak-kecoak busuk habis berpesta-pora. Apel panggang--sisa tadi malam, jus jeruk yang masih berada dalam jar, koktail berry-berryan yang berwarna gelap, sepanci sekutel ayam jamur dan bistik sapi asli buatanmu. Semuanya masih pada tempat yang sama. Berada di atas meja, persis seperti saat kau tinggalkan tadi malam, tapi kali ini dengan batang-batang lilin yang sudah meleleh.

Semalam kita bertengkar hebat, Rui. Aku ingat betul bahwa kau tinggalkan aku dengan terburu-buru, tepat setelah aku pecahkan salah satu piring porselen kesayangan yang berisi lauk-pauk buatanmu. Sangat menyedihkan karena itu berarti salah satu barang pecah belah di rumah ini berkurang 1---tapi itu tidaklah penting jika dibandingkan dengan kekecewaanmu yang luar biasa hanya karena ucapan-ucapanku yang tak masuk akal.



Rabu, 19 Agustus 2020

Kupu-Kupu yang Menabrakkan Sayapnya pada Dinding Jendela (Part 4)


Fiksi

E.M.P.A.T

Oleh : Gustyanita Pratiwi

J.e.n.d.e.l.a
3


Jendela ini kusibak lagi. Kali ini aku sial. Kau tak berada di tempat. Kemana gerangan kau pergi? Tidak seperti biasanya--pada jam-jam begini kau pergi ke luar. Apakah kau menemui kekasihmu? Apakah kau diam-diam telah memiliki seorang kekasih? Masa aku harus patah hati?

"Tidak ! Ini tidak boleh terjadi! Ini harus kuselidiki! Aku tak mau kau direbut oleh lelaki manapun. Karena kau adalah milikku. Kau tidak boleh menolakku. Dan kau tak akan pernah bisa menolakku!

Kukirimkan seekor kupu-kupu senja warna biru muda untuk mengikutimu--ah maksudnya telepati atau dengan kata lain mata ketiga. Tentu untuk membuktikan instingku tentangmu...atau kekasihmu itu. Oh, shit! Ternyata sangat berat ketika harus mengatakan hal ini. Karena sesungguhnya aku benar-benar tak rela jika kau menjadi wanita yang terikat.

Kau cuma untukku.

--yang tak kutahu siapa namamu--