Minggu, 27 Desember 2020

Ngadem.....


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Lagi pulang di rumah orang tuaku, kangeeeeeen.......uda setahun ga ngirup udara Prembun. Uwah seger banget kayak Switzerland huehehe....... Kangen liat sawah, kangen liat gunung!!! Kangen liat bebek lari-larian di pinggir kali, kangen liat domba pada ngerumput, kangen liat burung blekok yang uda langka tapi masih ada sih di tempatku.... Terus barusan aja malem-malem ada burung yang bunyinya hug..hug...hug..(eh burung apaan tuh ya? Tentu saja itu burung hantu atau celepuk, bahasa Inggrisnya Owl).

Makanya postingan kali ini pendek aja ya. Mungkin akan dibanyakin fotonya doang. Awas tak kasih warning dulu..sapa tau mabok liat foto-fotonya Mbul lalu abis itu pengen misuh-misuh #cepalango tak sodorin kresek satu-satu nih nyoooooh, takutnya pada gumoh...wkwkw, deng ga...aslinya ntuh kresek ada gorengan bakwannya loh padahal..hohoho..

#uda ge er aja kan kalau tulisanku ada yang baca.. :D.


Senin, 21 Desember 2020

Cerbung : Gadis Kecil yang Sedang Belajar Jatuh Cinta (Part 4)





Oleh : Gustyanita Pratiwi

Sifat : Hanya fiktif belaka dan untuk latihan menulis plus hiburan

Genre : Romansa



"Creeeeeshhhh...Cresssshh cesss cess!!! Nguuuung!!" 

Tiba-tiba terdengar bunyi berisik dari arah dapur. Celaka dua belas!!!! Air rebusan mienya!!!! Rembulan pun berlari ke arah pantry dan keadaan sudah tampak amburadul. Panci mahal itu gosong dengan air yang telah surut pada bagian dasarnya. Asap mengebul menghalangi sebagian pandangan. Kompornya pun bunyi kenceng betul...

"Waduh matiii aku!"

Ia pun buru-buru mematikan kompornya walau semua sudah terlambat sampai kemudian terdengar bunyi : "Petttttt!" Giliran listrik kini yang mati. Keadaan berubah menjadi gelap gulita. Gadis itu pun sontak meraba-raba sesuatu yang kiranya bisa dipegang sampai akhirnya sosok tinggi tegap itu masuk ke dalam ruangan dan menghampiri Rembulan. Belum kelihatan jelas siapanya tapi yang pasti tercium aroma parfum yang lembut dan sepertinya sudah tak asing lagi baginya.

Aroma jeruk.

Baca juga :





Kamis, 10 Desember 2020

Cerbung : Gadis Kecil yang Sedang Belajar Jatuh Cinta (Part 3)




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Note : Fiktif belaka untuk latihan menulis dan hiburan

Genre : Romance



"Syut!!! Syuttt!! Syuuut!!!"

Diantara tronton bermuatan besar yang bergerak sepagian menuju kawasan Cikampek dalam rentang kilometer 19 jalan Raya Bogor, Khanif dan Rembulan yang sedang diboncengnya laksana Dom dan Letti dalam sekuel Fast n Furious (tapi kali ini dengan versi lain, versi motor bebek). Keduanya melesat zig-zag menembus pendar lampu kekuningan yang menyorot pada moncong-moncong raksasa kendaraan beroda ganda itu sembari memicingkan mata menahan silau. Memang agak sial sebenarnya. Sebab jalanan yang mereka lalui sangatlah rapat. Rapat dengan kendaraaan besar tentu saja. Jadi harus jeli mencari celah supaya bisa stay on the right track. Sebab moda transportasi yang mereka tunggangi jauh lebih kecil ketimbang kawannya yang lain yang tersebar di seluruh penjuru jalan raya ini. Ibaratnya jika disejajarkan dengan tronton ya raksasa vs kurcaci. Tapi memang sudah lumrahnya kendaraan-kendaraan besar macam begini beraktivitas di jam-jam segini. Jam-jam malam menuju subuh sampai akhirnya matahari bergerak dari peraduan, menerbitkan semburatnya yang berwarna keoranye-oranyean laksana buah jeruk. 

Apes. Itulah satu kata yang menggambarkan keadaan Khanif dan juga Rembulan. Keduanya harus tersendat beberapa kali. Padahal titik point yang mereka tuju juga tidak jauh-jauh amat. Muka pasar yang biasa mereka jadikan tempat mengais rejeki. Bedanya, Rembulan saja yang akan didrop di situ, sementara Khanif bablas masuk ke dalam pasar menjalankan aktivitas ekonomi seperti biasanya. Rembulan akan kemana? Tentu saja akan membayar janjinya kepada Mas 'A'. Janji traktiran walaupun belum tahu akan kemana, mungkin bisa dipikir sambil jalan. 

Tapi sayang, sudah sekian lama mereka boncengan, tetap saja macet menjebak dari sisi kanan, kiri, depan, maupun belakang. Seperti tikus yang terjebak karena godaan keju. Mampus! Tak bisa kemana-mana. Seandainya saja Rembulan mau berjalan kaki saja dari kontrakan hingga pintu masuk bagian belakang pasar, pasti sudah nyampai dari tadi. Tapi karena ia takut diganggu preman yang suka mangkal di sana--terlebih dengan penampilannya yang sudah dibikin semanis gula-gula kapas ini, maka dimintailah Khanif untuk mengantarkannya sampai ke lokasi kencan. Yang itu artinya mereka akan jauh memutar beberapa kali.

Sampai akhirnya 2 kendaraan besar tadi tahu-tahu sudah menghilang dari pandangan. Khanif pun bersiap-siap untuk gas pol walau saat sudah menjalankan motornya, hal yang tak diinginkan malah terjadi...

"Jeduuuukk!" 

Naas, motor bebek Khanif tiba-tiba telat mengerem dan akhirnya malah menubruk mobil yang ada di depannya pas. Kampretnya adalah mobil tersebut sudah memberikan sinyal supaya tetap jaga jarak aman dari beberapa meter sebelumnya sehingga yang sudah pasti disalahkan adalah Khanif. Pemuda bertubuh kurus itu kurang konsentrasi. Atau malah sedang melamun? Yang pasti Rembulan yang kaget pun ikut terdorong ke depan. Bagian tubuhnya yang agak membusung mengenai punggung pemuda itu. Sesuatu yang tak sengaja namun cukup menyenangkan seandainya tidak terjadi pada situasi macam begini. Sontoloyo! Ya itu semua karena mobil yang ditubruknya jelas penyok di satu sisi. Tidak nampak besar. Tapi sangat kentara dan lumayan dalam. Terlebih sasarannya adalah body mobil mewah macam Chevrolet Corvetter Stingray warna abu berpelat B 74CK ZN. Mobil 'kelas' 1. Sangat kontras dengan kendaraan lain yang ada di samping-sampingnya, depan maupun belakang. Sungguh kondisi yang sangat ironis bukan? Terlebih penabraknya hanyalah bagian dari kaum proletar, 2 orang manusia biasa yang siap-siap kena damprat seorang Tuan Muda.

Lepas dari tubrukan itu, sang empunya mobil pun tak ayal bergerak meminggirkan kendaraannya, memberikan sinyal kepada Khanif untuk mengikuti. Keduanya manut saja walaupun dalam hati jelas ketar-ketir, banjir keringat dingin. Dilihatnya dari balik kaca jendela, sosok pengemudinya adalah seorang pria bertampang menawan dengan pantulan kaca mata branded Emporio Armani yang bertengger diantara hidungnya yang mancung mirip potongan wajah India. Badannya tegap, dadanya bidang proporsional dengan kisaran tinggi di atas rata-rata orang Indonesia. Pokoknya apa yang menempel padanya terlihat clean. Enak untuk dilihat.

"Siiiiing!!!" 

Swan doors chevrolet itupun dibuka. Kini terlihat jelas gambaran laki-laki itu seperti apa. Kisaran usianya masih muda. Mungkin perempat abad. Borju dan berduit. Itu sudah pasti. Terlihat dari busananya yang licin, kombinasi antara kemeja formal warna putih tulang dipadu dengan celana chino warna krem susu. Rambutnya bergaya brushed on top yang terlihat seperti model spike di awal tahun 2000-an. Dominan brown. Kontras dengan kulitnya yang kemerahan namun agak berbulu di beberapa bagian terutama rahangnya yang tegas. Mungkin dadanya juga begitu. Sementara di pergelangan tangan kirinya melingkar jam tangan merek Mont Blanc yang berkilat-kilat. Tapi di luar tampangnya yang keren itu, ada ekspresi kurang bersahabat yang  sebentar lagi bakal diledakkan. 

Baca cerita sebelumnya di :





Jumat, 04 Desember 2020

Pengalaman Menggunakan Produk Wardah ala Si Mbul Nita




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Assalamualaikum...

Apa kabar semuanya? 
Semoga sehat-sehat selalu ya...

Eh lha kok balik lagi si Mbul? Cepet amat? Perasaan baru kemarin update? Kok sekarang uda update lagi? Hihihi...

Biasaaaa lagi on fireeeee ini.... sebelum taktinggal tapa lama buat nyelesain cerbung part 3 ku, maka kali ini aku akan ngecuprus lagi tentang sesuatu yang beda dari biasanya, yaitu tentang dunia permik-apan....alias perdengdongan alias perlenongan or terserah lah lu mau nyebutnya apaan. Yang jelas isinya bakal ada lipen, foundation, bedak dkk-nya itu. Tapi ini cuma iseng nulis aja sih bukan sebagai pereview pro layaknya beauty blogger. Cuma review suka-suka ala Mbul dan semuanya aku beli by duid sendiri alias bukan iklan bukan endorse :D.

Kamis, 03 Desember 2020

Mie Nyemek ala Si Mbul Nita





Oleh : Gustyanita Pratiwi

Bismilahirohmanirohim

Assalamualaikum semua....

#dijawab dong salamnya.....hehehe

Kali ini aku mau cerita apa ya?

Kadang tuh ya saking kepala banyak banget uneg-uneg rasanya sampek bingung mana yang mau didrop duluan di blog. Kalau didrop semua kan ga okey ya....soalnya kadang ya berasa sampah aja masa didrop semua di blog, ntar dikepoin orang lagi hohoho #eh siapa juga yang mau ngepoin gw ya Coeg, ge er banget deh gw #sayang juga niiih kalau ge er #sayangin diri sendiri maksudku wkwkwk. Muaaach... (muaaaachnya ke diri sendiri, hahahha...su tu the we...suweeeeee)

Rabu, 02 Desember 2020

Cerbung : Gadis Kecil yang Sedang Belajar Jatuh Cinta (Part 2)



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Genre : Romantis

Note : hanya bersifat fiktif belaka sembari untuk latihan menulis dan bersenang-senang

Gadis berpipi chubby, pemilik bola mata hitam dengan rambut kuncir kuda yang bergoyang-goyang seirama dengan gerakan bahunya itu lalu duduk bersisihan dengan Khanif, menyortir puluhan kubis yang bagus dan yang tidak. Sesekali badannya menggeliat sedikit karena menemukan beberapa ulat sayur yang ngumpet dari balik helai-helai kubis yang bolong-bolong. Cukup menguras energi tapi lumayan jika dikerjakan berdua. Pekerjaan jadi cepat selesai. Sampai akhirnya, Abangnya Satria melongokkan wajahnya karena ingin memberitahukan sesuatu.

"Mbul? HP luh dibalikin sama seseorang nih."



Jumat, 27 November 2020

Iklan Jadoel yang Membuatku Berimajinasi Tinggi



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hellaaaaaaaaaaaaw semuanya...

Aku kembali. Soalnya abis nemu ide brilian nih. Jadi biar ga keburu nguap langsung aja lah kutulis di mari. Postingan pendek aja kok, jadi kalian ga usah khawatir bakal ngos-ngosan bacanya wahai kakak-kakakku semuanya baik yang tampan-tampan maupun yang cantik-cantik. Cogan-cogan di ujung sana juga boleh ikut....Yuk mari merapat...kita kupas tuntas segala macam iklan jadoel yang ada, sekalian bernostalgia #iki pembukaan macam opo siihh..huhu..

Bahasan kali ini terinspirasi dari postingan abang blogger kita yang paling tampan weleh-weleh kesayangannya Mbak Vina yaitu Udha Satria Mwb, utamanya tatkala Beliau mengulas soal iklan Jadoel

Nah...karena dulu pas komen di postingannya si Udha ini aku udah janji mo nulis tema serupa, jadi ya sekarang saatnya lah aku bakal tuliskan iklan jadoel versiku kek gimana. Iklan yang pada masa kanak-kanak dulu begitu membuatku berimajinasi tinggi (itu baru iklan yang di TVC ya), kalau yang liat di majalah jadoelnya juga lain lagi sih. Cuma nemunya emang dikit. Yang juadoelnya kebangetan juga ada, sebab biar kata aku besar di era 90 an dan 2000 an awal, tapi tetep aja koleksiku bisa dapet yang tahun-tahun jauh sebelom aku lahir muehehehhe...Soalnya aku emang kolektor majalah jadoel. Jadi tetep tau penampakan kejadoelannya kayak apa..

Okey, langsung saja ya, ini dia iklan-iklan jadoel yang paling membekas di hatiku :

1. Iklan Obat Batuk Rasa Apel Hijau (tapi lupa mereknya apa)

Pokoknya iklan obat batuknya itu ada adegan apel hijau yang lagi hanyut di aliran sungai. Perjalanan si apel ketika menyusuri sungainya itu panjaaaaang banget dan penuh aral rintang. Tapi akhirnya bisa bermuara di air yang bening, kalau ga salah deket air terjun. Aduh aku lupa-lupa ingat. Tapi kalau ga salah ya apelnya warna hijau gitu. Ntah ikadryl atau bukan sungguh aku lupa...soalnya yang kulihat di youtube beda konsep dengan yang kuceritakan ini Hiks...#monangis deh kalau lagi nginget-nginget sesuatu tapi blank atau cuma inget separuh-separuh :D.

Kamis, 26 November 2020

Akhir-Akhir ini....


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hoy...hollaaaa !!!

Apa kabarnya?

Semoga masih pada sehat-sehat aja ya...

Mana senyumnya.....????

Nyuuuuuumm #etdah..

(Anda panas ya Bulll...hohoho).

Ya, memang sedikit agak meriyang...pala kliyengan...dan membutuhkan tatih taaayaaankk...... mungkin harus ketemu ama yang namanya belaian mesra dari minyak Gondopuro atau bisa juga GPU...hohoho...

Kali ini aku mau posting pendek aja. Postingan panjangnya disimpen dulu buat ntar bikin lanjutan cerbung. Soalnya aku mau ngepost random dengan kata 'akhir-akhir ini', bahasa Inggrise lately atau recently...Loh kok bisa tercetus ide gila pengawuran begituh Mbul. Ya bisa aja sih, apa sih yang ga bisa ditulis di blog ini hahahhahanjeeeer...

Oke langsung aja lah ya....

1. Akhir-akhir ini perasaan masakanku tambah kacrut aja. Pernah kemarenan sampe goreng udang kok ya asinnya macem lu olang pengen 'blaem-blaem'. Numis kangkung pun demikian... Asin lekak, ckckckckckck.... Bisa-bisa score 2,5 yang diberikan sama ku kemaren downgrade lagi jadi angka 1.....Ha...ha ha...

2 dari 1 menu sangat keasinan Cuy (masakankuw)

Selasa, 24 November 2020

Cerbung : Gadis Kecil yang Sedang Belajar Jatuh Cinta (Part 1)



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Kategori : Romance sifatnya hanya Fiktif belaka

S.A.T.U

Bagaimana bisa ketika jatuh cinta tingkah lakumu terasa demikian lucu 
Auramu dikelilingi oleh warna merah jambu,
Sementara senyumanmu seribu kali lebih manis dari biasanya... 
Terkembang dari sudut bibir
Meski kadang isak tangis nyelonong begitu saja karena ditampar oleh rasa kangen yang teramat sangat 
Bukankah itu sebuah kombinasi perasaan yang sangat menjengkelkan?

Bagaimana bisa dijatuhi sesuatu tapi rasanya malah menyenangkan,  
bukannya sakit, tapi malah menyenangkan
Ya mungkin sekali lagi karena itulah yang dinamakan jatuh cinta
Walau bisa jadi di lain waktu terasa pahit
sebab yang dijatuhi cinta adalah orang yang salah

Bagaimana bisa jatuh cinta akan berbeda makna dengan jatuh hati
Karena Raisa bilang jatuh cinta harus saling memiliki sedangkan jatuh hati tidak
Cukup dengan mengaguminya dari jauh (atau bahkan lebih dari sekedar kagum)
Dan kau pun tak perlu muluk-muluk untuk berharap mendapatkan perasaan yang sama. 
Karena, melihatnya bahagia itu sudah lebih dari cukup....


Kamis, 19 November 2020

Resep Sambel Sereh ala Pak Wawan


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Di kantor si Mas ada karyawan yang bisa ngrangkap sebagai koki. Namanya adalah Pak Wawan. Usianya udah cukup sepuh, ya sepantaran ama bokap gw lah.. tapi beliau termasuk orang yang gigih dan ulet ngerjain segala sesuatunya. Jadi biarpun udah ubanan, tapi semangatnya tetap 45. Apalagi anak-anaknya juga banyak dan belum mentas semua. Kata Mas sih dulunya Beliau adalah pemain musik yang handal karena bisa memainkan gitar sekaligus organ tunggal...huehehe.. Namun setelah tercatat sebagai karyawan kantor ya ternyata Beliau piawai juga dalam hal memasak. Si Mas sering cerita kalau masakannya Pak Wawan enak-enak dan tak jarang jauh dari resep nerakanya Beby Mbul (((whoooooottt?))). Ya, kalau dirange dari 1-10, masakan Pak Wawan 9, sedangkan masakan Beby Mbul 2,5 #posisi bibir langsung 'nyun' menyerupai paruh platypus. Jadi ketimbang makan siang pada di luar, mending Pak Wawan aja yang suruh masakin. Kan sekaligus menghindari paparan lingkungan luar selama masa pandemi ini. Apalagi, masakannya Pak Wawan ini jauh lebih enak ketimbang Bibi Office Girl satunya. Lebih miroso. Jadi kalau soal bikin masakan, karyawan kantor sepakat pilih Pak Wawan yang ambil bagian. 

Tapi ya seperti biasa si Mas mah cuma pamer doang ke Beby Mbul kalau tiyep hari Pak Wawan masakinnya enak-enak, mulai dari sayur, lauk, sampai persambel-sambelan, sedangkan Beby Mbul cuma dibagi ceritanya duank hahhahahahasemb....

"La mbok aku dibontotin pake tupperware yo mas." 

Terus dijawab : "Tengsin...masa sebagai cowok aku harus nenteng-nenteng tupperware trus mbungkusin lauk atau sayur yang dimasak Pak Wawan buat Beby Mbul. Beby Mbul mah suruh masaaagh sendiri lah ya.

#kawoooos ora kawooos ora 
#hohoho (arti tawa penuh kekuciwan padahal ngarep).

Petenya uwuwuw sekali, mengintip manja pingin diceplus...nyummm!!

Rabu, 18 November 2020

"Pergi Memancing"


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Akan selalu menyenangkan ketika menceritakan tentang masa kecil. Lalu aku mengingat-ingat bahwa aku belum pernah bercerita tentang pergi memancing bersama bapak. 

Saat aku masih kelas 3 SD, sekolahku bubar sekitar jam 10 pagi. Atau lebih gasik (awal) dari itu jika ada pelajaran mencongak dimana Bapak Guru yang menjadi wali kelas kami akan memberikan pertanyaan kepada murid-muridnya dan bagi siapa saja yang bisa menjawab dengan cepat maka dia diperbolehkan pulang lebih dulu. Kebetulan aku as Beby Mbul yang kala itu lumayan hapal beberapa materi pelajaran bisa menjawab pertanyaan dengan cepat jadi ya aku diperbolehkan untuk go home lebih cepat. Asyik! Tapi aku ga mau mengatakan diri sendiri punya otak encer sih, atut jatohnya syumbuung.....melainkan memang aslinya ga terlalu pintar ning cuma rajin aja muahahhahahah....#podo ae ga sih #gibenk juga nih BebyMbul.


Senin, 16 November 2020

Sketsa Cogan


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Aku baru tahu istilah 'cogan' yang menurut kamus bahasa slang artinya cowok ganteng. Lagian aku ngerti ini justru dari Pak Su yang emang hobi baca anime sejak dulu, terlebih kalau udah menyangkut One Piece maka bisa dikatakan dia termasuk fans militan. 

Lalu apa hubungannya sama cogan? Ya kan di anime banyak cogannya Cuy! Cogan yang membuat lemah jantung, ati cenad cenud dan klepek-klepek #ebuced. Tapi ya jauh sebelum ketemu Pak Su aku uda doyan anime sih. Sedudul-dudulnya aku pas belom paham anime dan segala istilah-istilahnya macam otaku anime or manga, ya aku ga pernah absen nonton kartun jepang dan baca komik serial cantik. Cuma karena baru-baru ini akses ke aplikasi manga online semakin dipermudah, ya akhirnya aku jadi tau sedikit tentang perotakuan anime ini. Bahkan kadang menelusuri genre-genre tertentu yang bikin ku sampai ternganga-nganga...sebab imajinasinya memang sungguh warbiasa bwahahha...tapi ya ga deng biasa aja...kan aku kalau ama gambar begituan uda biasa juga huahhaha. Namanya juga hal-hal yang berhubungan dengan proses kreatif. Fiksi pun sama. Jadi ya aku ngarti lah it's just entertaint !! #sok nginggris jaksel deh gw.

Mungkin karena otak kananku lebih cepat konek ketimbang otak kiriku, jadi untuk setiap proses kreatif jenis apapun baik itu gambar maupun fiksi, ya pada akhirnya selalu bisa aku nikmati dari sisi keindahannya (walaupun tak jarang nemu juga yang rada nganuuu #uhumb....). Tapi sekali lagi aku hanya berperan sebagai penikmat karya yang mencoba menikmatinya dengan caraku sendiri. 

Jumat, 13 November 2020

Review Warung Pete, Gading Serpong, Tangerang


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Bismilahirohmanirohim...

Siapa diantara kalian yang suka makan pete ngac....ngacuuung? 

Kalau ya berarti kita sehati Qaqa...Karena selain jengkol, pete juga jadi salah satu mood booster aku dalam hal makan. Sebenernya yang ngajarin suka makan pete adalah si Mas. Soalnya terus terang tadinya aku gengsi. But setelah ngicipin untuk pertama kalinya...oke...aku bilang sih.... kok aneh ya. Apaan nih? Kok sepet...kok kebas di mulut? Kok begini...kok begitu? Tapi setelah yang kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam bahkan seterusnya...loh ?? Kok enak ya, kok ketagihan??? Iiiiiih kok gw sukaaaa..... gimana nih...gawat...gawat...aku jadi syukaaaaa. Dari benci berubah jadi suka lalu berubah lagi jadi cinta...#nah loh ketulah kan guaaa. Percis kayak judul FTV. Iyagasiiiiiii? Ya, walaupun sebagian orang membencinya karena baunya itu, tapi sekali lagi buatku ini makanan enak. Kletus-kletus kemlethuk gitu lah. Ga dimakan mentah, ga dibakar, ga digoreng, atau direbus rasanya tetep aja juwaraaak. Sebab di lidahku kan cuma ada 2 kata : enak dan enak banget ahahhahahah. Apalagi pete. Jadi sekali cinta ya tetep cinta. Kan.. katanya kalau cinta, ga pake karena. Jadi ya cinta aja gitu...#ehemmmb. Sebuah perasaan alamiah yang tumbuh begitu aja dari dalam hati. Ga ada alesan untuk menguraikannya karena I'm deeply in love with you kangmasku hohoho petai....#mong opo toh Nduk Beby Mbul #abaikeun barusan gw ngomong apa...

wokeeey

skippp...

#obat mana obat??

Sabtu, 07 November 2020

"Kota-Kota Dimana Aku Tinggal Beserta Kenangannya"





Oleh : Gustyanita Pratiwi

Bismilahirohmanirohim ...

Mendung-mendung kelar ngegiling cucian, saatnya lanjut nulis tentang : "Kota-Kota yang Pernah Ditinggali" selama aku bernafas di muka bumi ini. Ada apakah gerangan? Ya pengen nostalgia aja... Sebab saat hujan tiba, rasanya kok pikiran selalu membawaku pada memori tentang salah satu kota yang pernah aku tinggali cukup lama. Kota itu adalah Bogor. Tapi itu ntar pas uda kuliahan. Karena kan sekarang aku mau ceritanya mulai dari masa kecil ya. Jadi terang saja ada beberapa kota yang mau aku ulas...eh ya ga semuanya berupa kota sih, wong kecilku uripe di kampung, hehehe...

Jumat, 06 November 2020

(Iseng) Nginterpretasiin Bahasa Text tanpa Emotikon



Oleh : si Mbul

Berhubung aku lagi ngedraf 2 tulisan kuliner yang lumayan panjang, maka sebagai serepnya aku mau posting tulisan pendek dulu. Yaitu tentang keisenganku menerjemahkan beberapa bahasa text dalam percakapan sebelum kenal fungsi emotikon smiley yang sering kupakai akhir-akhir ini. Ya sebenernya ini cuma iseng-iseng aja sih, tanpa suatu keilmuan tertentu ataupun keahlian bersertipikasi. Karena kan ku bukan ahli bahasa ataupun pakar psikologi. Jadi terjemahanku ini cuma pakai bahasa qolbu alias ilmu kira-kira aka feeling atau perasaan bhahahha..#apa jangan- jangan gw turunan anak indihom yash......#canda Zeyenk. Jadi ya mungkin beda terjemahan juga ama kamu, kamu, atau kamu sekalian saat menemukan suatu ungkapan bahasa text yang biasa dipakai dalam melengkapi kalimat percakapan sehari-hari. Ya buat seseruan aja...buat isi-isi postingan.


Rabu, 04 November 2020

Review Resto Jagarawa, Cipondoh, Tangerang




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Awal November disambut dengan cuaca Tangerang yang sedang cengeng-cengengnya. Terus kepikiran libur 3 hari sebelumnya di penghujung Oktober ngapain aja. Djancuk! Cuma tura-turu nirfaedah sayaaaaa! Terus 3 pasang mata mengintimidasi si Mbul bahwasannya ini semua gara-gara si Mbul yang seringnya bangun kesiangan. Ya gemana ga kesiangan....kan tiyep hari kitanya begadang ampe pagie wokwokwok...(hihihi). Jadi uda bisa dipastikan kalau bangunnya selalu kesiangan (karena abis subuh ya tidur lagi sebagai upaya untuk menjaga amunisi batere supaya tidak drop) dan tau-tau liburannya uda mau habis aja #rasanya monangis kayak ditinggal gebetan pas lagi sayang-sayangnya #eaaa #canda Sayang. Aturan si Mbul sebagai poros utama dalam rumtang bangunnya paling pagi lalu mengatur segala sesuatunya sehingga semua bisa berjalan sesuai rencana. Tapi apa mau dikata, kenyataannya ku cuma manusia biasa yang juga bisa tumbang karena kurang istirahat. Jadi ya aku ga bisa bangun cepat kalau sebelumnya cuma bobok 1-2 jam aja. 

Tapi, ga pa pa, masih ga gabut-gabut amat sih kemarenan ini karena 2 hari di awal libur emang lossss ga ngapa-ngapain. Soalnya ujan juja...dan bawaannya aku pengen mellow aja kalau ujan, sebabnya kumbahan belum pada garing, terus aku ga ada baju lagi hoho...masa kan aku harus...................................................................................asudahlah....Ya jalan satu-satunya cuma nunggu jemuran pada kering dulu, soalnya gunungan baju kotor selanjutnya udah mulai ngantri untuk digiling, Oh My...memang idup gw serasa tiyep hari dikelilingi oleh baju-baju kotor..bahhahaha...#tabahkan hatimu Mbul....makanya ketjup basah dulu dunk Tuyunk, biar Adek semangat bhahhahaha.


Minggu, 01 November 2020

Teh Manis



Oleh : si Mbul

"Whould you like to drink something?"

"Tea or coffee?"

Apa yang ingin kamu minum, teh atau kopi?

Jika aku ditawari 2 jenis minuman itu untuk kuteguk, tentu tanpa ragu aku akan memilih teh. Ya, dibandingkan dengan orang jaman sekarang yang terdeteksi sebagai coffee addict (padahal bisa jadi istilah ini uda lumrah sejak dulu cuma menterengnya baru sekarang), aku lebih suka teh. Soalnya teh ga se-'gawat' kopi ketika uda mendarat di lambungku. Ini maksudnya lambungku doang loh ya yang emang dari sononya udah ga bisa senyaman itu dengan kopi. Sedangkan kalau ama teh masih bisa santuy. Walaupun ujung-ujungnya jadi ga bisa bobok juga...hohoho. Tapi seenggaknya kalau num teh ga yang tetiba kayak mual-mual dan dada jantung langsung berdebar-debar kencang sehingga ketika mengunjungi sebuah konter beha tanpa disadari aku harus ganti ukuran cup wadidaw #mongopotoh Nduk Beby Mbul...#lupakan tidak keruan seperti ketika abis neguk kopi. Udahannya nih, kelar ngicip kopi --biar cuma seteguk dua teguk-- pasti ntarannya ada moment mules terus muntah-muntah hahhaha.. Ga bisa deh kayaknya aku minum kopi-kopian. Ya, biar kata kopi manis shacetan sih, kalau ga kopi bubuk kapal api gulanya ditaker sendiri...itu juga selalu memberikan efek yang sama. Selain bikin mata jadi betah melek 24 jem, ya seringnya asam lambung naik hahhahah... Jadi emang masih mending teh kemana-mana kalau aku mah. Kalau kalian aku ga tau...kan aku blom nanya?

Selasa, 27 Oktober 2020

"Kupu-Kupu yang Menabrakkan Sayapnya pada Dinding Jendela" (Final Chapter)


F.i.k.s.i
ENAM

Oleh : Gustyanita Pratiwi

Betapa nerakanya hidup dalam sebuah kurungan. Sudah sempit, tak ada teman, bahkan semuanya menganggapku 'sakit'. Makanya sekarang aku dipindahkan ke sini--tempat terkutuk ini--yang benar-benar tidak aku mengerti hanya karena satu hal--pertemuanku denganmu tempo hari yang tak kutahu apa maksudnya. Dan sekarang, inikah akhir dari petualanganku denganmu wahai Nona Aneh bermata zamrud, berambut harajuku? Ya, berakhir di sebuah kurungan. Kurungan pengab, untuk bernafaspun sulit apalagi untuk yang lain. 

Tiba-tiba saja aku merasa berada dalam keadaan yang sangat brengsek. Mau memaki tapi entahlah.. aku tidak mampu. Ya, semuanya karena kurungan sialan ini. Dimana aku ditempatkan di bangsal satu. Sebab kata dokter aku terkena gangguan saraf yang entah apa namanya aku tak tahu. Namanya sangat rumit untuk diucapkan. Jadi aku malas untuk tahu. Ya, semoga saja tidak sampai parah sehingga aku bisa keluar sesegera mungkin dari tempat terkutuk ini. Semoga. 

Oh...kepalaku sakit lagi sekarang !!

"Dokter...dokter!!!" suster di sebelahku agak mengencangkan suaranya. Dia kerepotan mengontrol kelakuanku yang makin ekstrem ini-- memukul-mukulkan kepala ke satu sisi tembok hingga timbul memar-memar hitam. Demi Tuhan ini sakit sekali. Aku terus memukul-mukul kepalaku berulang kali.

Kamis, 22 Oktober 2020

Sinopsis Anacondas The Hunt for the Blood Orchid (2004)



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Dibuka dengan adegan seorang suku asli pedalaman hutan Kalimantan yang sedang mengendap-endap diantara rimbunnya pepohonan untuk memburu harimau incarannya. Namun tiba-tiba saja harimau tersebut melompat ke arahnya karena ternyata sedang dikejar sesuatu. Dikejar apakah itu? Ternyata seekor anaconda raksasa yang kemudian beralih memburu suku pedalaman tadi hingga jatuh terjerembab ke dasar sungai yang berarus deras dimana terdapat spesies anggrek darah di sisi air terjunnya. Orang tadi lantas gagal menyelamatkan diri dari lilitan sang ular sehingga akhirnya sungai berubah menjadi kubangan darah disertai dengan jatuhnya kelopak merah sang anggrek yang bergerak dengan adegan slow motion.

***

Senin, 19 Oktober 2020

Pengalaman Berkemah Kok Gini Amat ya?


oleh : Gustyanita Pratiwi

Hai ! Admin demplon Beby Mbul datang lagi..

Ga ngerti lagi deh kenapa tiap kali cerita tentang masa-masa sekolah rasanya ati nelangsa. Apa mungkin karena jomblo akut ya ada kewajiban ekstrakulikuler yang harus diikuti siswa kelas 1 unyuk-unyuk (baik pas aku SMP maupun SMA) ya? Bisa jadi ituw.

Kalau pas SMP yang wajib itu pramuka. Nah kalau pas SMA ada 2 pilihan wajibnya, yaitu kalau ga pramuka ya PMR. Untuk yang terakhir ini, aku pilih PMR jadi udah ga diragukan lagi bahwa admin blog yang manis bin sexy ini bisa diandalkan dalam hal memberikan pernapasan buatan eh maksudnya pertolongan pertama pada orang yang mau semaput...karena ngerasa jaman itu cara mlonconya kakak kelas lebih sangaran di pramuka ketimbang PMR. Padahal ya sama aja. Apalagi pas masa-masa aku kelas 1 itu ntah kenapa kedapatan kakak senior yang galak-galak semua, walaupun temen-temen ciwi pada bilang cakep-cakep, tapi kok menurutku ga ya..#bukan selera hamba...hoho....Lebih banyak overactingnya. Malah pernah pas sesi materi di kelas setelah moment baris berbaris yang menyebalkan itu, aku dapat pengalaman yang awkward banget karena kupikir kakak kelas yang paling berkarisma dan ada jabatan tinggi di pramuka sekolahku ini orangnya bae bin alim gitu.......Eh la dalah aku malah dikerjainya. Katanya : "Ya dek coba kamu yang rambutnya sebahu imut-imut kayak terwelu itu maju ke depan."Akupun segera maju dengan gemetar, takut dimarahi kan ceritanya. Walaupun ga tau juga aku ada salah apa. Terus tetiba aku disodorin kapur dan disuruh gambar sesuatu. "Dek katanya kamu pintar gambar ya..coba sekarang kamu gambar kartun." Terus ama senior yang lain disorakin suruh gambar kartun sinchan tapi yang ada gajahnya, hahahhasemb siaaaallll. Eh bukannya doi ngepretin temen senior yang lain malah tambah ngetawain aku dan tetep nyuruh gambar sinchan yang ada gajahnya...hoho..asem siwalannnnn. Dan saat itu juga aku langsung ilfeel ma tu kakak kelas yang kata temen-temenku paling hensem sejagad raya weleh-weleh...

Jumat, 16 Oktober 2020

Review Yokohama Chinatown Fantasy



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Kali ini aku akan bercerita tentang salah satu komik kesukaanku yang berjudul Yokohama Chinatown Fantasy karya Yuji Nishi Sensei (story) dan Hikino Shinji (art) dari volume 1-19. Walaupun yang aku baca minus volume 1 dan pamungkasnya volume 19. Aku mandeg sampai 18 Cuy, soalnya sekarang susah beli komik satuan kalau yang modelnya gini (baca : seri). 

Di Blok M aja aku dapatnya 2-18. Di Gramed atau toko buku offline lainnya juga uda susah nemu. Terutama yang 19. Dan ternyata setelah 19 itu sudah tidak ada lagi dikarenakan sang komikusnya telah meninggal dunia dan menyisakan cerita yang masih ngambang padahal lagi seru-serunya. Greget ihhhhh kayak sakaunya orang lagi kangen eh yang dikangenin kagak peka-peka haha.....Tapi ya begitulah kalau sudah bucin (budak cinta), cerita yang akhirnya malah kentang ini (kena tanggung) tetap aku nikmati sembari tetap memetik setiap pelajaran yang terdapat di dalamnya seperti tentang kegigihan, passion memasak, keuletan, dan sikap tulus apa adanya walaupun kadang direndahkan oleh jenis-jenis manusia lainnya yang merasa diri paling tinggi atau congkak. Tentunya di sela-sela pemandangan gambar masakan yang berkilauan dan menerbitkan air liur...sluuuppph... nyem..nyem... 

Baca juga : Review W Juliet 

Jumat, 09 Oktober 2020

Bukan Postingan Apa-Apa sih ini...



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Pernahkah kalian merasakan moment tidur ternikmat pada suatu waktu? Bukan...bukan karena waktu tidur ada yang menggerayangi sih oooopsss, tapi karena pas mata uda beraaaaaaaat banget pengen merem, eh ndilalahnya bisa disempil-sempilin tidur beneran di sela-sela waktu yang demikian padat, itu tuh bagiku adalah suatu kenikmatan tersendiri. Istilah kata tidur kok rasanya berkualitas bener. Meskipun akhir-akhir ini aku susah banget mendapatkannya (baca : kualitas tidur yang paripurna #edun bahasa gw paripurna). Tapi ya alhamdulilahnya 1-2 kali pernah lah ya ngalamin. 

Ya gimana di tengah kesibukanku yang ngalah-ngalahi CEO ini #Hellaaaw CEO dari mana sih Bull, pas dapat moment nguantuk banget dan pas saat itu juga kebetulan bisa 'mak ler' bentar kok rasanya puas banget. Ya walaupun biasanya aku ngalamin ini pas jem-jem sore sih. Meskipun cuma beberapa menit aja (entah 15 menit atau setengah jem) itu tuh rasanya udah bikin energi tercharge dengan baik. Serasa batereku uda kembali 70 persen lah ya hueheheh. Adek butuh dicaz Bang :D

Selasa, 06 Oktober 2020

Mengungkep Bebek Sendiri


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hari Minggu kemarin kami ada hajatan ngungkep bebek sendiri. Ga dalam rangka apa-apa sih. Cuma lagi pengen aja. Eh, tapi sebenernya ini atas ide brilian Pak Suami sih yang emang hobi ngolah hal-hal ekstrem yang dalam hal ini adalah makanan. Maksud aku ekstrem karena sezuzurnya kami belum pernah ngungkep bebek ataupun unggas lainnya karena biasanya tinggal bela-beli aja di tukang penyetan pinggir jalan. Kalau ga ya mbebek Slamet yang udah terkenal maknyusnya berkat adanya sambel korek. Itu loh sambel yang huh hah banget, pakenya rawit semua ada bawangnya pula dan diulegnya model kasar.

Senin, 05 Oktober 2020

Gunung Seberang Sekolah (Part 1)



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Bangun tidur suara udah menjelma bagaikan kodok. Mungkin karena kebanyakan minum es, jadinya serak-serak betjek basah deh. Haaaaa...okey, tapi badan juga udah menunjukkan sinyal-sinyal menuju meriyang saking lelahnya aku akhir-akhir ini hahaha...#andai waktu bisa dipause sebentar aja, ingin rasanya aku bobok dengan khidmatnya, wkwkwk...(tapi ga mungkin karena aku harus ada jeda buat bikin tutuw sebanyak 2 kali kelipatan di jam-jam tertentu, mengingat beiby uda ga ada yang nutuw lagi kecuali bayi besar 1 di pojokan sana, iya bayi besar itu kamu... iya kamuuuu #nah looo ha.... nglawak ala standup comedy aja Sayang, becandaaa wkwkkwk).

Okey, buat hiburan dikit aku mau posting yang ringan-ringan aja #sik sik sik.... bukannya isi postingan aku emang ringan semua ya. Iya sih, sebab kalau nulis berat, otak aku jadi sengkleh. Jadi ya udah lah ya kembali pada aktipitasku bersepak-sepik ria di dashboard blog nan geje badayyy ini (((kece badayyy kalik))).

Kamis, 01 Oktober 2020

Nasi Goreng Daun Mengkudu


Fried Rice with Mengkudu Leaf

Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hai..si demplon Beby Mbul balik lagi...

Kali ini aku akan ngomongin tentang nasgor. Nasi goreng aka bahasa londonya fried rice. Eh itu mah bahasa Inggris kalik. Kalau bahasa londonya aku tak tau huehhehe......

Jadi ceritanya, berkat komentar Mas Kal El di postinganku yang ini, aku jadi tau kalau model nasi goreng Betawi itu bisa dipakein daun mengkudu. Pas banget kan karena stok makanan juga lagi habis. Sebab aku belum sempet ke pasar lagi karena pasarnya jauh. Iya dianterin Pak Suami sih tiyep ke pasar, tapi tetep aja kan kudu meluangkan waktu minimal 1 hari khusus untuk belanja, paling biasanya weekend doang untuk belanja kebutuhan 1 minggu. Dengan catatan sedang ga males. 

Senin, 28 September 2020

Collab Apaan Nih?



Oleh : Gustyanita Pratiwi

"Eh kita collab yuk, buat naikin sabkreber...?" 
"Collab dong gais, buat nambahin fallawerrsss....Ntar kitah saling ngelink..."
"Collab yuks !! Biar kita bisa tumbuh bersama dalam satu ikatan cinta..." #eciyeeeee..
#uhuk-uhuk uhuk
#batuk deh gw
#batuk? Dikomik aje Gan! 
#Hayuk cuzz PT Bintang Toedjoe angkat gw jadi brand ambassnya...(becanda Sayang...)

Sering ga sih kalian denger istilah 'collab' di dunia para pegiat konten kreator entah itu blogger atau vlogger or youtuber. Pasti sering banget dong yes? Sampai apal di luar kepala malah. Misalnya kalau di yucub langsung garcep deh aku kalau udah ada updatean dari Kisah Tanah Jawa yang baru-baru ini juga banyak collab dengan channel lainnya. Kalau ga Kembara Sunyi dengan story tellingnya yang so bikin kek ikut terseret dalam nuansa horrornya. Seru sih...seru buat pecinta horror macam gw ehehee...

Jumat, 25 September 2020

Makan Bakso Pakai Nasi



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Pernahkan kalian mengalami masa-masa ketika makan bakso disandingkan dengan nasi? Kalau aku pernah. Jaman kecil dulu, jamannya masih susah. Belinya bakso tik tok tik tok yang didorong keliling kampung ama abang-abangnya, semangkuk masih kena Rp 500 perak. Jaman orde baru sih, jaman uang Rp 500-an masih gambar orangutan. Nah itu termasuknya bagi aku uda gede banget nilainya. Orang uang sakuku aja cuma Rp 100 perak. Duitnya kalau ga bentuk logam ya kertas warna merah yang ada gambar kapal layarnya, hihi. Lumayan buat beli jajan jadul Rp 50-an dapat 2 biji, kalau ga Rp 25 dapat 4. Itu aku masa-masa SD kelas 1,2,3,4. 

Minggu, 20 September 2020

"Sahabat Babi Oink-Oink"



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hai perkenalkan, ini Sahabat Babi Oink-Oink fotomodel yang selama ini menemani Mbul sebagai bahan ilustrasi di hampir setiap postingannya. Oink-Oink udah mulai dikenal temen-temen dalam beberapa bulan terakhir ya kan, tapi belum ada pembahasan lebih lanjut tentang dirinya. Si babik pink nan imoet hasil imajinasi dan oret-oretan driji telanjangnya si Mbul Gustyanita Pratiwi ini. Iya, soalnya aku nggambar dia tanpa pen stylus karena ternyata lebih cepetan pake jari dong, meski jariku ujungnya bentek-bentek ga kayak ujung pulpen atau jari yang istilah jawanya mucuk eri hahaha... tapi alhamdulilah gampang begini. Dulu beli stylusnya anu yang harga murah sih jadi ujungnya ada bunder-bundernya dan kalau disentuhkan ke layar touchscreen kurang nyaman. Jadi aku ngerasa lebih enakan nunyuk-nunyuk langsung pake jari ke autodesk sketchbook pada layar tabku.

Jumat, 18 September 2020

Mendung Gini Enaknya Ngapain ya...


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Tangerang pukul 4 sore udah diguyur hujan. Hujannya deres banget lagi. Tapi aku malah pengen ngebuka daun jendela lebar-lebar biar kedengeran bunyi tik-tik-tiknya. 

Sebenernya aku bete kalau ujannya itu bikin langit-langit pada bocor lantaran talangnya masih ada yang oleng. Tapi ternyata hujan juga bikin hati jadi adem, kadang juga bikin tambah berdebar-debar kalau sambil dengerin lagu romantis terus tangan ngetik cerita yang entah kenapa ga ada alurnya, haha...Coba tebak aku lagi dengerin lagu apa? Lagu india yang lagi viral itu loh? Kalau mengacu pada mbah google, kata kuncinya itu lagu india paling bikin baper tahun 2020. Ada yang tahu ga? Hihi...(tumben amat kan aku dengerin lagu india, jangan pada ketawa ya teman-teman :XD). Dengerinnya pake headset biar kalau sambil pejamin mata bisa bikin pikiran kemana-mana #eh maksudnya kayak bikin film sendiri yang pemainnya juga kita sendiri, bhihihi..

Kamis, 17 September 2020

Pengalaman Listrik Sering Jeglek dan Cara Mengatasinya


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Sehari setelah acara membuat bacem telur puyuh, rumah malah kena apes. Ga ada angin ga ada ujan tiba-tiba listrik mati. Mana pas banget ama malam minggu pula. Jadi yang peteng cuma rumahku doang. Samping-samping pada nyala semua. Padahal bayar listrik selalu tepat waktu loh sayah haha. Jadi pasti ini ada 'something wrong'.

Tanda awalnya adalah kedengeran bunyi 'jepret' kenceng banget kayak ledakan. Waduh!!! Lha apa yang meledak ya. Bukan gas elpiji soalnya. Kupikir apa bohlam kamar mandi yang eternitnya rembes jadi airnya pada masuk ke situ dan bikin pecah. Tapi pas kucek bohlamnya ga kenapa-napa tuh (walaupun dalemnya emang penuh air). Terus Pak Suami coba cabut bohlamnya dan matiin semua saluran. Abis itu dia juga nyalain MCB-nya lagi (Miniature Circuit Breaker) dan aku disuruh ngetes nyala pa ga. Pas udah di-on-kan MCB-nya,  nyala sih, tapi beberapa detik kemudian jepret lagi. Hal ini terjadi berulang kali padahal satu persatu barang elektronik yang dayanya gede uda kami cabut kabelnya dari stop kontak. Baik kulkas belakang, kulkas showcase, AC, dan TV. Paling lampu aja yang nyala. Itupun 1 ruangan. Tapi ternyata tetep sama. Jeglek-jeglek mulu. Kejadian ini baru pertama kalinya kami alami. Sebelum-sebelumnya ga pernah tuh.

Rabu, 16 September 2020

Cerita Apalah-Apalah


Oleh : Gustyanita Pratiwi 

Hal yang pertama kali kucari setelah bangun tidur sebenernya bukanlah HP, walaupun kadang penasaran juga sih mau ngecheck dashboard blog apakah ada komen masuk atau ga, hihi. Tapi itu nomor dua lah ya, sebelum benda ini nih yang kalau nyelip atau ketriwal rasanya bikin ku nyap-nyap. Apalagi kalau bukan iket rambut. Sebab semenjak pandemi ini udah terhitung berapa bulan aku ga ke salon buat cukur rambut jadilah rambut uda macam brekele saja, eeeh maksudku makin tebel aja (tebel, lurus, dan item ngikut gen orang tua alias dari sononya). Jadi kalau kagak diiket bikin kepalaku terasa berad seperti beradnya melihat tagihan listrik akhir bulan. 

Pernah sih kapan hari minta tulung Pak Su buat motongin rambutku dalam sekali seumur hidup tapi hasil potongannya aku nda berani minta yang rumit-rumit (takut jadinya poak hahahhahah...). Jadilah sebahu saja en then sekarang udah tambah panjang lagi. Nah, inilah yang salah satunya bikin aku kegerahan mulu. 

Selasa, 15 September 2020

Review RM Ayam Kampung Pinang, Tangerang



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hay Gengs, Mbul mau posting ayam lagi nih.... Maybe ini semua berkat bodyku yang udah mirip babon lehor, jadi dari kemaren postingannya tentang ayaaaaaaaam melulu. Belum pada bosen kan ya kalau aku posting tentang ayam kuliner? Atau kalian pengennya aku posting apa wes, kasih tau di kolom komentar yak...

#Plaaakkk!!
#Sokseleb luh Mbul :D.

Maap maap, tapi kali ini ayamnya beneran ayam yang wuinuk banget loh pemirsa untuk kategori kuliner ayam kampung di daerah Tangerang. Aku dapat rekomendasi ini dari Pak Suami sih yang uda sering makan di sana bareng Pak Boss. Jadi kumerasa belum afdol jikalau belum merekomendasikan kelejatan ayam ini pada kalian. Ayamnya pake ayam kampung punya ya, jadi udah kelihatan premiumnya.

Adalah, langganan kami sejak lama sebelum ada beiby yaitu RM Ayam Kampung Pinang yang berlokasi di daerah Cileduk sana. Lebih tepatnya di Jl. KH. Hasyim Ashari No. 16, Pinang, Kota Tangerang. Ancer-ancernya itu di depan RSU Mulya dan SMK Farmasi Tangerang. Dia deket jalan raya sih, tapi parkirannya agak masuk ke gang gitu. Depannya lapangan basket punya SMK Farmasi, sampingnya Mushola Al Irsyadiah. Rumah yang punya RM juga kelihatan sih (yaitu di belakangnya dapur RM-nya pas. Sementara area makannya itu yang warna oranye gonjreng gitu temboknya.


Senin, 14 September 2020

Zzz.....


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Aku melewatkan beberapa malam dalam Bulan Septemberku dengan imsomnia. 

si Mbul dengan semangat baru Bulan September

Sabtu, 12 September 2020

Kenangan Ayam Fried Chicken Depan Rita Pasaraya Kebumen




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Tuh judul kok ga efektif babar blas ya? Uda ada ayam, masih pake fried chicken pula? Hahaha #abaikan...

Baiiiig...gw kembali lagi nih pemirsa, 

Masih pada bergairah kan ngebluknya eeeeh ngeblognya ?
Alhamdulilah...kalau iya.

Aku ndiri abis nguntal panadol nih gegara pala cenad-cenud kek lagunya Smash (kemungkinan besar karena takit gigi, hohoho).

Tapiiiiiiih juga lagi ngidam cilok pake banget walaupun ga lagi hamidun sih cz baru aja maren selese haid hahahha. Ya gegaranya iseng ama pak suami nonton ftv yang nyeritain tentang cewek cantik yang naksir mas-mas tukang cilok yang wajahnya cakep produksi MD Entertainment dan ujung-ujungnya aku jadi kepengen cilok, hmmmmmmmbbb. Tapi ga nemu, wong udah malem. Jadi, kali ini aku mau update satu postingan lagi aja, buat taktinggal sampai Senin kalau ga Selasa.

Updatean singkat, padat, dan maybe gajelas hahaha...(bodo amat :D).

Kamis, 10 September 2020

Sinopsis Malam Satu Suro (1988)



Oleh :  Gustyanita Pratiwi

Di bawah sinar rembulan dan background suara burung hantu diantara pucuk-pucuk dahan di kawasan kuburan kampung, seorang tua berilmu kejawen tinggi bernama Ki Rengga tengah melakukan serangkaian ritual untuk membangkitkan orang mati yang telah menjelma menjadi sundel bolong. Dengan merapal beragam mantra, ia berhasil memanggil Suketi dari kuburnya dan bermaksud untuk mengangkatnya sebagai anak. Keduanya sempat terlibat duel sengit namun akhirnya Suketi bisa ditaklukkan setelah kepalanya ditancapkan sebuah paku besar. Suketipun berubah menjadi gadis yang cantik jelita dan kini hidup bersama Ki Rengga dan istrinya yang semula memang tidak dikaruniai seorang anak.

Judul : Malam Satu Suro
Tahun rilis : 1988
Sutradara : Sisworo Gautama Putra
Produser : Ram Soraya
Penulis : Naryono
Pemeran : Suzanna, Fendy Pradhana, Johny Matakena, Soendjoto Adibroto, Nurnaningsih, Belkiez Rachman, Karsiman Gada, Eddy Gunawan, Bokir, Dorman Borisman, Rengga Takengon, Rachelle, Ratih Moortri, Diana Suarkom, Henky Nero
Sinematografi : Subakti IS
Penyunting : Muryadi
Distributor : Soraya Intercine Films
Durasi : 84 menit
Negara : Indonesia

Senin, 07 September 2020

Playlist Lagu Tahun 2000-an yang Romantis dan Mellow



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Berhubung hari ini ga ada agenda nulis berat, jadi aku mau iseng nge-list judul lagu era 2000-an (sebagian juga ada yang tahun 90-an) waktu masih jaya-jayanya band Tanah Air dan boyband luar negeri dengan lagu-lagunya yang everlasting dan ketika kudengarkan kembali, eh lha kok liriknya terasa 'deep' sekali. Ada yang romantis, ada yang melow, ada yang sedih, ada juga yang kasmaran, banyak sih. Tema klasik masalah percintaan dan yang pasti easy listening semua. Nah, apa aja daftarnya, langsung aja cabcus ke channel youtubenya masing-masing kalau ada yang mau dengerin. Tapi kali ini mau aku bagi jadi 2 kategori, yaitu lagu Indonesia dan lagu baratnya. Maybe cocok nih buat kuping kalian :) Yuk nostalgia sambil karaokean :D.

Minggu, 06 September 2020

Review Bakpia Kukus Tugu Jogja



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Di suatu pagi yang cerah, setelah Pak Suami berangkat ke kantor, tiba-tiba aku dapat telpon dari doi yang ngabarin bahwa sepertinya aku dapat paket. Tapi waktu itu aku ga ngeh lantaran hp kusilent, dan baru kubuka setelah beres mandiin bocah. Abis itu aku telpon balik, dan aku tanya mang paket dari siapa? Katanya ya auuuuuk, kan siro sing belanja online aneng Mbul? Coba diinget-inget lagi, kemaren pernah masukin keranjang ke marketplace yang mana? Kubilang sih kagak. Suwer tekewer-kewer deh. Ogut tidac belanja onlain. Apalagi di bulan-bulan begini kan emang terbilangnya lagi pengiritan ya karena uda masuk tanggal-tanggal tua. Di samping itu, masa-masa begini juga sedang baru-barunya diberlakukan perpanjangan PSBB. Jadi kami belum banyak beraktivitas layaknya era new normal ini. Sehingga bisa dipastikan kalau aku ga ada belanja online sekalipun.

Tapi pas dicek lagi, lho ternyata emang bener kok atas nama belanjaan Mbak Nita dengan alamat rumah yang sama yaitu alamat rumahku. Bapak kurirnya aja udah deket banget ama gerbang komplek dan karena sebelumnya belum pernah ke tempatku jadinya ya Beliau minta disharelockan alamat lengkapnya. Soalnya emang di masa pandemi begini, setiap paket yang datang harus didrop dulu ke pos security. Biar bapak-bapak satpamnya aja yang ngantar ke rumah-rumah warga untuk meminimalisir orang luar keluar masuk.

Jumat, 04 September 2020

Resep Kacang Bawang



Oleh : Gustyanita Pratiwi

"Mas kasih tau dunk cara bikin kacang bawang ala panjengenan waktu itu."
"Mau tau caranya Mbul?"
"Yo hu umb laaa...kan mauk aku tulis di blog biar ibu-ibu yang suka kepo ama blog ini jadi tau cara bikin kacang bawang yang ena dan renyah."
"Caranya yaitu, bukak lodonge (toplesnya), abis itu serog kacange (ambil kacange), terus dimaem deh."
Haduuuw....
#Beby_Mbul_spaneng_to_the_rescue

Baiklah...baiklah...

Kali ini aku serius. Kalau becanda wae ntar aku ditimpuk pake batako lagi, hihihi. Maapkeun ya pemirsa yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Maklum uda tanggal 1 jadi kita orang hawanya harus banyakin senyum. Daaaaan....kebetulan karena hari ini udah Hari Jumat jadi rasanya aku pengen tereak : horeeeeeey besok uda weekend lagi dan aku ultah #e lha kok pengumuman ya hahha...(becanda). Kado dunk, Pak Suamik, mie ayam atau bakso langganan mau kok saiaaah (kode morse).

Nah, berhubung kalau Jumat rasanya aku udah merdeka jika sudah mencuci baju pada Hari Kamisnya dan ngosek wc pada pagi harinya sambil nungguin si dedek dipijit ama Mbah Tukang Pijit langganan, jadi siangnya aku bisa main-main ama cindil-cindil kesayangan atawa bubuk-bubuk tjantik saja karena semua uda beres. Tapi biar ga rugi-rugi amat ketinggalan updatean, maka aku unggah aja lah ya resep masakan terbaru. Walaupun ini sebenernya hasil prakarya dari Pak Suami sih, karena aku kan cuma tinggal nulisin aja di blog ama nebeng foto doang #gibeng.  

Rabu, 02 September 2020

Tumis Daun Mengkudu



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Whoooootttt?

Tumis daun mengkudu?

Mengkudu itu bukannya pace ya? Itu loh yang biasa buat ngobatin darah tinggi. Kalau yang dalam bentuk kaplet pasti pada tahu ama yang namanya pacekap :D. Soalnya dulu Mamine ada darah tinggi. Jadi setiap hari Beliau ada agenda ngejus buah mengkudu yang paitnya minta ampun dan baunya agak 'breng-brengan' bikin pengen huek-huek, hohoho.

monmaap, timunnya sakglundungan, belum sempet gw iris, tapi ntar diiris kok, ini uda keburu takjepret aja sebelum masuk ke dalam perut hahaha... 

Sabtu, 29 Agustus 2020

Review Telaga Sindur



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Pernah di suatu Minggu, aku dan Tamas udah ngerasa judeg banget ama rumah. Ya, hari-hari kan udah glandang-glundung terus kayak tatung nangka. Ugat-uget melakukan hal yang sama. Upleeeeek terus antara berkegiatan di ruang tamu, kamar mandi, dapur, kamar tidur, halaman (buat njemur baju kalau ga nyopa-nyapu di sekitar rumah uwe yang minimalis bin sempit itu tapi teteup dong penuh cinta dan tatih tayang #uhuk.

Jadi di suatu Minggu yang cerah itu, sekali-kali kami ingin yang namanya menghirup udara segar setelah 6 bulan lamanya terkurung dalam sangkar emas eh maksud ku melakukan kegiatan yang template aja. Kalau Pak Suami sih tetap kerja seperti biasa pas weekday--nya. Lah aku sama cindil-cindilku kan juga sesekali pingin menghirup udara seger di alam terbuka. SESEKALI loh ya....ntar dikira tiap minggu lagi eke minta jalan-jalan....ya tidak lah, Fernando Jose Altamirano. Aku mah keluarnya cuma sekali-dua kali doang. Itupun cari tempat yang suepiiiiiiiiii bener biar bisa mojok dan patuh ama protokol kesehatan. Dan lagi keluarnya juga pas kebetulan ada jadwal belanja bulanan yang mana ketika masuk ke supermarket juga aku melenggang kangkung sendirian..... sementara yang lain pada tunggu di mobil (karena biasanya kalau di carseat anak-anak udah pada bubuk sendiri-sendiri--mungkin karena kayak diayun-ayun kali ya jadi keenakan langsung groooook, bubuk). Nah, bapaknya tinggal nemenin deh tuh 2 cindilku sambil baca-baca komik online, siapa tahu ada updatean Martial Peak,  Aphoteosis, atau One Piece terbaru. Nah, belanjanya itu juga bat-bet-bat-bet. Yang dah ada aja di catatan yang jadi pedomanku, khilap-khilap dikit paling angkut-angkutin beberapa bungkus jajanan untuk siap dibayarkan ke kasir. Abis itu barulah pulangnya cari hiburan dengan mampir ke restoran karena kalau weekend aku seringnya libur masak #halesyan ajah kamu Mbul, padune memang males masak : D.